KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga nikel naik untuk sesi keempat berturut-turut pada Rabu (11/2/2026), setelah tambang nikel terbesar di dunia yang ada di Indonesia menerima kuota produksi jauh lebih rendah untuk tahun ini. Rabu (11/2/2026), harga acuan nikel tiga bulan di London Metal Exchange naik 2,7% menjadi US$ 17.955 per metrik ton pada pukul 1705 GMT. Logam yang digunakan untuk membuat baja tahan karat dan baterai isi ulang sebelumnya melonjak hingga 3% menjadi US$ 18.020, tertinggi sejak 30 Januari 2026. Perusahaan tambang Prancis, Eramet, pada Rabu (11/2/2026), mengatakan, usaha patungan PT Weda Bay Nickel dengan Tsingshan dari Tiongkok dan PT Antam dari Indonesia telah menerima alokasi produksi awal nikel sebesar 12 juta ton metrik basah untuk tahun 2026, turun dari 32 juta ton basah untuk tahun 2025. Usaha patungan tersebut akan mengajukan revisi ke atas.
Harga Nikel Dunia Melonjak karena Kuota Produksi Tambang Nikel Dipangkas
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga nikel naik untuk sesi keempat berturut-turut pada Rabu (11/2/2026), setelah tambang nikel terbesar di dunia yang ada di Indonesia menerima kuota produksi jauh lebih rendah untuk tahun ini. Rabu (11/2/2026), harga acuan nikel tiga bulan di London Metal Exchange naik 2,7% menjadi US$ 17.955 per metrik ton pada pukul 1705 GMT. Logam yang digunakan untuk membuat baja tahan karat dan baterai isi ulang sebelumnya melonjak hingga 3% menjadi US$ 18.020, tertinggi sejak 30 Januari 2026. Perusahaan tambang Prancis, Eramet, pada Rabu (11/2/2026), mengatakan, usaha patungan PT Weda Bay Nickel dengan Tsingshan dari Tiongkok dan PT Antam dari Indonesia telah menerima alokasi produksi awal nikel sebesar 12 juta ton metrik basah untuk tahun 2026, turun dari 32 juta ton basah untuk tahun 2025. Usaha patungan tersebut akan mengajukan revisi ke atas.
TAG: