KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PAM Mineral Tbk (NICL) optimistis kinerja pada tahun ini akan tetap tumbuh positif seiring tren penguatan harga komoditas nikel dalam beberapa waktu terakhir. Direktur NICL Herman mengatakan, proyeksi kinerja keuangan di tahun ini diproyeksikan mengalami pertumbuhan. "Dari omset penjualan kurang lebih target dari perusahaan kita targetnya sebesar Rp 1,2 triliun dan labanya laba bersih setelah pajak untuk tahun 2024 sebesar Rp 115 miliar," ungkap Herman dalam public expose, Rabu (29/5). Sebagai pembanding, pada tahun 2023 lalu, NICL membukukan pendapatan sebesar Rp 1,14 triliun dan laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 27,72 miliar.
Dalam rencana perusahaan, kinerja keuangan ditargetkan terus meningkat dalam tiga tahun ke depan dimana pada 2025 ditargetkan penjualan mencapai Rp 1,4 triliun dan laba bersih setelah pajak penghasilan sebesar Rp 121 miliar. Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Anggarkan Capex hingga Rp 250 Miliar pada Tahun Ini Target ini kembali meningkat pada 2026 dengan penjualan sebesar Rp 1,52 triliun dan laba bersih setelah pajak penghasilan sebesar Rp 125 miliar. Direktur NICL Roni Permadi Kusumah mengungkapkan, demi menjaga kinerja operasi, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi antara lain melanjutkan kegiatan pengeboran berupa infill dan twin hole untuk pengembangan sumber daya dan cadangan tambang. "Target produksi tahun 2024 untuk perusahaan sebesar 800.000 wet metric ton (WMT) dan entitas anak sebesar 1,79 juta WMT. Sementara untuk rencana penjualan tahun 2024 sebesar 2,59 juta ton ore," kata Roni dalam kesempatan yang sama. Demi memuluskan target ke depan, selain mendorong upaya eksplorasi untuk menjaga umur tambang, manajemen NICL juga berencana merevisi dokumen feasibility study (FS) dan AMDAL untuk perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP).