KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas nikel di pasar global kembali tertekan dan berpotensi memengaruhi kinerja emiten produsen nikel pada kuartal IV-2026. Berdasarkan data Trading Economics, harga nikel terkoreksi 7,85% dalam sebulan terakhir ke level US$ 15.550 per ton pada Kamis (8/10) pukul 19.30. Sejak awal tahun, harga nikel telah tergerus 7,16% year-to-date (ytd). Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan mengatakan, pelemahan harga nikel berpotensi menekan margin laba bersih dan pendapatan emiten-emiten sektor tersebut pada kuartal IV 2026. Lesunya harga nikel dipengaruhi oleh masalah kelebihan pasokan global sebagai akibat tingginya kapasitas pengolahan nikel di Indonesia. Ditambah lagi, pemulihan ekonomi global, khususnya China, cenderung berjalan lambat sehingga memengaruhi permintaan nikel di sektor baja nirkarat (stainless steel).
Harga Nikel Merosot, Kinerja Emiten Dalam Ancaman
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas nikel di pasar global kembali tertekan dan berpotensi memengaruhi kinerja emiten produsen nikel pada kuartal IV-2026. Berdasarkan data Trading Economics, harga nikel terkoreksi 7,85% dalam sebulan terakhir ke level US$ 15.550 per ton pada Kamis (8/10) pukul 19.30. Sejak awal tahun, harga nikel telah tergerus 7,16% year-to-date (ytd). Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan mengatakan, pelemahan harga nikel berpotensi menekan margin laba bersih dan pendapatan emiten-emiten sektor tersebut pada kuartal IV 2026. Lesunya harga nikel dipengaruhi oleh masalah kelebihan pasokan global sebagai akibat tingginya kapasitas pengolahan nikel di Indonesia. Ditambah lagi, pemulihan ekonomi global, khususnya China, cenderung berjalan lambat sehingga memengaruhi permintaan nikel di sektor baja nirkarat (stainless steel).