Harga pakan ternak menanjak di akhir Januari



JAKARTA. Produsen pakan ternak berencana menaikkan harga jual produknya hingga Rp 200 per kilogram (kg). Salah satu pendorong kenaikan harga pakan tersebut karena pasokan jagung sulit. Selain pasokan sulit, kalau, toh, tersedia, harga pakan ini melonjak.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo, mengemukakan, suplai jagung dari produsen dalam negeri pada awal tahun ini tersendat. "Produksi jagung lokal saat ini sedang memasuki off season," ungkap dia kepada KONTAN, Senin (21/1).

Musim panen raya jagung domestik jatuh pada kurun Februari hingga April. Berdasarkan pantauan GPMT, harga jagung saat ini berada di kisaran Rp 3.700 per kg. Padahal di pertengahan Desember tahun lalu, harga komoditas ini masih berkisar Rp 2.700 per kg hingga Rp 2.800 per kg. Idealnya harga jagung di level Rp 2.600 per kg hingga Rp 2.700 per kg.


Dalam setahun, masa panen jagung lokal terjadi dua kali, yakni antara Februari-April di periode pertama dan September-Oktober pada periode kedua. Mayoritas atau sekitar 70% produksi jagung lokal dihasilkan pada periode awal, sedangkan sisanya pada periode kedua.

Jagung merupakan bahan baku utama dalam memproduksi pakan ternak. Komposisinya adalah 50%-55% dari total bahan baku pakan. Alhasil, dengan kenaikan harga jagung, maka akan mempengaruhi harga pakan secara keseluruhan.

Akibat kenaikan harga jagung yang cukup signifikan dalam satu bulan terakhir, produsen pakan ternak berniat menaikkan harga pakan minimal Rp 100 per kg hingga Rp 200 per kg pada akhir Januari.

Saat ini harga rata-rata pakan ternak untuk ayam broiler mencapai Rp 6.500 per kg. Sedangkan harga pakan ayam petelur (layer) Rp 5.300 per kg. Kapasitas terpasang pabrik pakan dalam negeri mencapai 16,5 juta ton. Pada tahun lalu, utilisasi pabrik mencapai 13,8 juta ton. Tahun ini, produksinya diproyeksikan meningkat sekitar 10%, ditopang penambahan pabrik baru yang mulai beroperasi.

Produksi jagung domestik diperkirakan mencapai 18,9 juta ton per tahun. Sedangkan kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak mencapai 680.000 ton hingga 700.000 ton per bulan. Pada Januari ini, impor jagung diperkirakan mencapai 200.000 ton.

Tevi Melviana, General Manager Marketing and Sales PT Cheil Jedang Superfeed (CJ Superfeed), tidak menampik bila pada Januari ini pihaknya akan menaikkan harga pakan akibat terus melambungnya harga jagung. "Akhir Januari ini, setidaknya Senin (28/1) kami akan menaikkan harga," ungkap dia.

Keinginan menaikkan harga pakan sebenarnya sudah muncul sejak Desember 2012. Namun karena berbagai pertimbangan, maka penetapan harga baru diundur menjadi akhir Januari 2013.

Tevi bilang, rencana kenaikan harga pakan milik CJ Superfeed minimal Rp 200 per kg. Harga pakan yang dijual saat ini Rp 4.500 per kg untuk layer dan Rp 5.800 per kg hingga Rp 5.900 per kg untuk broiler.

Kapasitas produksi pakan ternak CJ Superfeed sekitar 70.000 ton per bulan. Dari jumlah tersebut kebutuhan jagungnya mencapai 120.000 ton per bulan. Perinciannya, 35.000 ton hingga 40.000 ton untuk produksi langsung, sisanya untuk stok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sandy Baskoro