Harga panel surya, proyek PLTS sulit berjalan



JAKARTA. Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mewajibkan gedung tinggi dan rumah di Jakarta memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) bakal kandas.

Harga panel surya yang tinggi menjadi salah satu sebab kurangnya ketertarikan dari masyarakat untuk mengikuti rencana pemerintah ini.

Padahal, jika panel surya terpasang, sebagian pasokan listrik di suatu wilayah bisa diperoleh lewat sinar matahari.


Nah, Wilayah DKI Jakarta disebut-sebut menjadi daerah ujicoba rencana ini.

Namun, Yuli Hartono, Kepala dinas Perindustrian dan Energi (DPE) DKI Jakarta, bilang, Jakarta tidak akan memasang PLTS karena kurang efisien.

Beberapa PLTS yang telah terpasang di wilayah DKI Jakarta juga masih dalam taraf uji coba dan dalam tahap evaluasi.

Sekadar informasi, penggunaan PLTS di Jakarta telah diterapkan sejak tahun 2010.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Energi (DPE) Pemprov DKI, hingga saat ini PLTS telah terpasang di 164 titik di Jakarta yang sebagian besar dananya berasal dari APBD.

Elisabeth Ratu KA, Kepala Bidang Pengelolaan Energi Listrik, Minyak dan Gas, DPE DKI menyatakan untuk bisa mewujudkan rencana ini, pemerintah harus terlebih dahulu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan dan manfaat PLTS.

Ratu juga menambahkan, PLN juga harus mengeluarkan tarif yang rasional atas berapa jumlah yang akan didapatkan oleh rakyat jika bersedia menggunakan PLTS.

"Jika PLN telah mengeluarkan tarif dan sosialisasi harga, saya rasa dengan sendirinya masyarakat akan berhitung dan pasti jumlah yang tertarik akan meningkat" ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News