Harga Pangan per 1 Februari Masih Tertahan, Cabai Jadi Sumber Tekanan Jelang Ramadan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga pangan strategis nasional per 1 Februari 2026 masih cenderung tertahan. Panel Harga Konsumen Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan mayoritas komoditas utama mengalami penurunan terbatas atau stagnan. Namun, tren kenaikan harga cabai mulai menjadi sumber tekanan baru menjelang Ramadan.

Pada kelompok beras, harga beras premium tercatat turun 0,73% secara mingguan menjadi Rp 15.559 per kilogram. Beras khusus lokal juga terkoreksi 0,18% ke Rp 15.722 per kg. Sementara itu, beras medium relatif stabil di Rp 13.391 per kg dan beras medium non-SPHP bertahan di Rp 13.938 per kg. Di sisi lain, beras SPHP yang berfungsi sebagai instrumen stabilisasi pemerintah naik tipis 0,07% ke Rp 12.464 per kg.

Tekanan harga paling nyata terlihat pada komoditas hortikultura. Harga cabai merah besar melonjak 2,58% menjadi Rp 37.563 per kg dan cabai merah keriting naik 1,54% ke Rp 37.406 per kg. Cabai rawit merah juga menguat 1,16% ke Rp 57.115 per kg. Kenaikan ini kontras dengan harga bawang merah dan bawang putih bonggol yang justru turun masing-masing 0,53% dan 0,66%.


Baca Juga: Harga Pangan Campur Aduk, Bapanas Pastikan Stok Beras Aman

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui cuaca ekstrem pada Februari–Maret 2026 berpotensi mengganggu distribusi dan memicu volatilitas harga pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan nasional.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan kewaspadaan tersebut menjadi perhatian utama pemerintah dalam rapat koordinasi persiapan Ramadan dan Idulfitri.

“Kita juga mendapatkan informasi dari BMKG, secara umum faktor cuaca itu normal, tetapi perlu diwaspadai pada Februari dan Maret itu beberapa wilayah tertentu seperti Sulawesi dan Papua itu akan ada kemungkinan hujan,” ungkap Iqbal usai rapat koordinasi di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).

Menurut Iqbal, Kemendag telah bersepakat dengan para distributor bahan pokok, termasuk Perum Bulog dan BUMN pangan yang tergabung dalam ID Food, untuk mempercepat distribusi sejak awal Februari agar pasokan sudah berada di daerah sebelum puncak musim hujan.

 “Kami juga telah berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan terkait kesiapan layanan pelabuhan, termasuk ketersediaan kontainer,” tambahnya.

Sementara itu, harga protein hewani per 1 Februari justru melemah. Daging ayam ras turun 0,29% menjadi Rp 39.218 per kg, telur ayam ras terkoreksi 0,81% ke Rp 30.319 per kg, dan daging sapi murni turun tipis 0,08% menjadi Rp 136.141 per kg. Daging kerbau, baik beku impor maupun segar lokal, juga mencatatkan penurunan terbatas.

Baca Juga: Harga Sejumlah Komoditas Pangan Turun, Bapanas Catat Cabai hingga Beras Turun Harga

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengingatkan bahwa tekanan inflasi pangan pada awal Ramadan merupakan pola berulang setiap tahun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebut komoditas yang konsisten memberikan andil inflasi terbesar adalah daging ayam ras, telur ayam ras, beras, minyak goreng, dan cabai rawit.

Di sisi lain, harga gula konsumsi turun 0,54% menjadi Rp 18.159 per kg. Minyak goreng kemasan turun 0,63% ke Rp 21.045 per liter dan Minyakita melemah 0,44% menjadi Rp 17.545 per liter, meski minyak goreng curah naik tipis 0,14%. Harga tepung terigu, baik curah maupun kemasan, mencatatkan koreksi terdalam di atas 1%.

Dengan kondisi tersebut, stabilitas harga pangan per 1 Februari masih relatif terjaga. Namun, lonjakan harga cabai, faktor cuaca, dan pola musiman Ramadan menjadi kombinasi risiko yang perlu diantisipasi pemerintah agar tekanan inflasi pangan tidak meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Baca Juga: Ikatan Pedagang Pasar Yakin Kereta Khusus Petani-Pedagang Bisa Tekan Harga Pangan

Selanjutnya: Ujian Berat Stabilitas Keuangan Nasional di Awal Februari 2026

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News