JAKARTA. Harga minyak mentah dunia kembali anjlok. Bahkan kini posisinya di bawah US$ 80 per barel. Penurunan harga minyak dunia inilah yang menjadi dasar untuk menentang rencana pemerintah menaikkan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bulan ini. Kalau pun naik, kenaikan harga bensin dan solar tak lebih dari Rp 3.000 per liter. Namun Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir, menjelaskan, penurunan harga minyak dunia tak serta merta meringankan beban subsidi. Dia menyatakan, saat ini harga pasar bensin masih di atas Rp 6.500 per liter. Kalkulasi dia, dengan mengacu pada harga minyak mentah dunia US$ 80 per barel dan kurs Rp 12.000 per dollar AS. "Harga keekonomian premium saat ini sekitar Rp 8.600 per liter," kata Ali, tanpa merinci, Senin (10/11).
Harga pasaran bensin Rp 8.000-an per liter
JAKARTA. Harga minyak mentah dunia kembali anjlok. Bahkan kini posisinya di bawah US$ 80 per barel. Penurunan harga minyak dunia inilah yang menjadi dasar untuk menentang rencana pemerintah menaikkan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bulan ini. Kalau pun naik, kenaikan harga bensin dan solar tak lebih dari Rp 3.000 per liter. Namun Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir, menjelaskan, penurunan harga minyak dunia tak serta merta meringankan beban subsidi. Dia menyatakan, saat ini harga pasar bensin masih di atas Rp 6.500 per liter. Kalkulasi dia, dengan mengacu pada harga minyak mentah dunia US$ 80 per barel dan kurs Rp 12.000 per dollar AS. "Harga keekonomian premium saat ini sekitar Rp 8.600 per liter," kata Ali, tanpa merinci, Senin (10/11).