Harga perak masih melaju mengekor emas



JAKARTA. Harga perak terus melaju setelah mencatat penguatan signifikan sehari sebelumnya. Analis menilai prospek harga perak tahun ini cukup positif dengan dukungan permintaan sektor industri.

Mengutip Bloomberg, Rabu (18/1) pukul 21.00 WIB, harga perak kontrak pengiriman Maret 2017 di Commoduity Exchange tergerus menguat 0,1% ke level US$ 17,17 per ons troi dibanding sehari sebelumnya. Pada Selasa (17/1) harga perak telah menguat hingga 2,28% dalam sehari.

"Pergerakan harga perak tidak lepas dari kenaikan harga emas dunia," papar Andri Hardianto, Analis PT Asia Tradepoint Futures, Rabu (18/1).


Baik emas maupun perak menguat lantaran dipicu oleh gejolak di pasar keuangan global. Pelaku pasar memindahkan dananya dari aset beresiko ke aset aman seperti emas dan perak.

Gejolak di pasar keuangan global terjadi lantaran pasar menanti pidato Perdana Menteri Inggris Theresa May terkait proses Brexit. Pasar kemarin menduga pidato May akan memberi sinyal adanya hard Brexit. Ternyata, May menyatakan hal yang melegakan. Proses Brexit akan didiskusikan bersama dengan parlemen Inggris.

Pernyataan Theresa May tidak mampu membuat pelaku pasar meninggalkan safe haven. "Ada pernyataan dari Donald Trump tentang dampak buruk penguatan dollar AS. Ini membuat perak kembali menguat," lanjut Andri.

Prospek perak tahun ini menurut Andri cukup positif dengan perkiraan harga mampu menyentuh US$ 18 per ons troi di kuartal I. Selain safe haven, permintaan perak dari sektor industri berpeluang mendukung kenaikan harga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini