KONTAN.CO.ID - Harga perak melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa pada Desember 2025, melanjutkan reli kuat di akhir tahun yang ditopang ketidakpastian geopolitik dan melemahnya dolar AS. Mengutip
Visual Capitalist, kontrak berjangka perak sempat menyentuh kisaran US$ 80, mencatat kenaikan luar biasa sekitar 160% sepanjang 2025, bahkan melampaui kinerja emas. Dalam konteks ini, memahami di mana cadangan perak dunia terkonsentrasi menjadi kunci untuk membaca arah pasokan global ke depan. Data visualisasi ini bersumber dari Mineral Commodity Summaries milik U.S. Geological Survey (USGS) edisi Januari 2025, yang memperkirakan total cadangan perak dunia mencapai sekitar 641.400 ton metrik.
Peru Paling Dominan
Peru menempati posisi teratas sebagai pemilik cadangan perak terbesar di dunia, dengan estimasi 140.000 ton metrik, atau sekitar 22% dari total global. Posisi ini menjadikan Peru sebagai pemain strategis yang sangat berpengaruh dalam pasar perak dunia. Di bawah Peru, terdapat kelompok negara dengan cadangan besar namun lebih kecil, yakni Australia, Rusia, dan China, masing-masing memiliki antara 70.000 hingga 94.000 ton metrik. Secara kolektif, ketiga negara ini menguasai sekitar 40% cadangan perak global.
Baca Juga: Krisis Harga 2025: Negara Ini Terjebak Inflasi 269% Produsen Besar Tak Selalu Punya Cadangan Besar
Meksiko menjadi contoh menarik. Negara ini adalah produsen perak terbesar di dunia, namun cadangannya relatif terbatas, hanya sekitar 37.000 ton metrik atau sekitar 6% dari total global. Saat ini, sektor tambang Meksiko bergantung pada eksploitasi intensif, dengan relatif sedikit proyek cadangan baru yang siap dikembangkan.
Peran Perak dalam Teknologi Hijau
Permintaan perak global diperkirakan melonjak tajam dalam dekade mendatang, terutama didorong oleh perkembangan kendaraan listrik dan energi surya. Permintaan perak dari sektor tenaga surya saja meningkat drastis, dari di bawah 50 juta ons (Moz) sepuluh tahun lalu menjadi sekitar 160 Moz pada 2023, mencerminkan peran perak yang semakin krusial dalam transisi energi global. Inilah daftar lengkap negara dengan cadangan perak terbesar dunia: 1. Peru: 140.000 metrik ton 2. Australia: 94.000 metrik ton 3. Russia: 92.000 metrik ton 4. China: 70.000 metrik ton 5. Poland: 61.000 metrik ton 6. Mexico: 37.000 metrik ton 7. Chile: 26.000 metrik ton 8. United States: 23.000 metrik ton 9. Bolivia: 22.000 metrik ton 10. India: 8.000 metrik ton 11. Argentina: 6.500 metrik ton 12. Canada: 4.900 metrik ton 13. Negara lain: 57.000 metrik ton Total dunia: 641.400 metrik ton
Tonton: Gaji di Bawah Rp10 Juta Bernapas Lega! Negara Ambil Alih PPh 21 Pekerja di 5 Sektor Kesimpulan
Lonjakan harga perak sejalan dengan semakin strategisnya komoditas ini dalam geopolitik dan transisi energi global, sementara cadangannya terkonsentrasi pada segelintir negara. Dominasi Peru dalam cadangan, kontras dengan Meksiko yang unggul di produksi namun miskin cadangan, menyoroti potensi risiko pasokan jangka panjang. Dengan permintaan dari sektor energi hijau terus meningkat, peta cadangan perak dunia akan menjadi faktor penentu keseimbangan pasar dan volatilitas harga di masa depan.