Harga Plastik Melonjak, Bisnis AMDK dalam Tekanan Biaya Cukup Serius



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) mengungkapkan bahwa industri air mineral dalam kemasan (AMDK) berada dalam tekanan biaya yang cukup serius.

Hal itu dikarenakan meningkatnya harga plastik dalam negeri.

Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo mengatakan bahwa nasib tekanan biaya untuk industri AMDK dikarenakan harga plastik melonjak imbas konflik geopolitik yang tak kunjung usai.


"Amdatara melihat bahwa industri AMDK saat ini berada dalam tekanan biaya yang cukup serius, seiring meningkatnya harga bahan baku kemasan terutama plastik resin yang dipengaruhi oleh faktor global seperti harga minyak, gangguan rantai pasok, dan volatilitas geopolitik," ujar Karyanto Wibowo kepada Kontan, Selasa (14/4/2026). 

Baca Juga: Biaya Produksi AMDK Bakal Naik 45% jika Harga Plastik Terus Melonjak

Karyanto menuturkan bahwa kenaikan bahan baku kemasan ini secara langsung berdampak pada cost structure industri.

"Di sisi lain, daya beli masyarakat masih sangat sensitif, sehingga ruang untuk penyesuaian harga menjadi sangat terbatas," ucapnya.

Namun, kata Karyanto, para pelaku industri AMDK sedang berupaya menjaga pasokan air minum yang aman, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus tetap patuh terhadap regulasi dan komitmen keberlanjutan lingkungan. 

Baca Juga: AMDATARA: Bakal Terjadi PHK Massal jika Harga Plastik Tak Segera Membaik

"Artinya, tekanan biaya ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan dan kesehatan publik," jelas Karyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News