KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperingatkan potensi kenaikan harga beras dan gula akibat lonjakan harga bahan baku plastik yang berdampak pada biaya kemasan. Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, kenaikan harga plastik mulai dirasakan pelaku usaha pangan dan berpotensi diteruskan ke konsumen.
Baca Juga: Mankeu Purbaya Mengklaim Ada Sinyal S&P Pertahankan Peringkat Surat Utang RI di BBB “Kalau kenaikan bahan baku plastik signifikan, dampaknya ke beras bisa sekitar Rp 360 per kilogram. Sementara gula berkisar Rp 100 sampai Rp 190 per kilogram,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026). Menurutnya, komponen kemasan yang selama ini dianggap pelengkap justru menjadi sumber tekanan baru di tengah upaya menjaga stabilitas harga pangan. Industri beras dan gula masih sangat bergantung pada kemasan plastik untuk distribusi dan menjaga kualitas produk. Ketut menambahkan, kenaikan harga plastik dipicu dinamika global, terutama lonjakan harga minyak serta gangguan pasokan bahan baku. Kondisi ini meningkatkan biaya produksi dan berisiko mendorong kenaikan harga jual.
Baca Juga: Soal Wacana Pengenaan PPN Jalan Tol, Begini Kata Menkeu Purbaya Sebagai respons, pelaku usaha mulai mencari alternatif pasokan bahan baku plastik, termasuk dari negara produsen berbasis minyak, guna menjaga kelangsungan produksi dan distribusi. Senada, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah, Sam Herodian, menyebut ketergantungan terhadap plastik masih tinggi. Namun, pemerintah mulai mendorong pengurangan penggunaan kemasan tersebut. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengubah pola distribusi bantuan pangan dari kemasan plastik ke skema curah atau kemasan besar. “Sekarang bantuan pangan mulai dikurangi penggunaan plastiknya, lebih ke bentuk curah. Memang ada tantangan distribusi, tapi ini untuk mengurangi ketergantungan,” jelasnya. Selain itu, opsi penggunaan kemasan alternatif non-plastik juga mulai dijajaki, meski implementasinya masih terbatas karena pertimbangan efisiensi dan biaya.
Baca Juga: Realisasi Investasi Kuartal I-2026 Capai Rp 498,7 Triliun Pemerintah saat ini terus berkoordinasi lintas kementerian dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga pangan, termasuk memastikan ketersediaan bahan baku kemasan.
Bapanas menilai, tanpa intervensi yang tepat, kenaikan biaya kemasan berpotensi mempercepat kenaikan harga beras dan gula di pasar. Diversifikasi sumber bahan baku serta pengembangan alternatif kemasan menjadi kunci untuk meredam risiko tersebut. Sebelumnya, Ketua DPW APPSI Ngadiran menyatakan, kenaikan harga di pasar saat ini lebih banyak dipicu oleh mahalnya bahan baku plastik dibandingkan harga komoditas pangan itu sendiri. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News