Harga Plastik Naik, Inaplas Imbau Masyarakat Mulai Diet Plastik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga plastik yang terjadi di pasar global mulai mendorong imbauan pengurangan konsumsi di tingkat masyarakat. 

Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) meminta masyarakat melakukan “diet plastik” sebagai langkah penyesuaian di tengah tekanan pasokan dan kenaikan harga bahan baku.

Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, mengatakan kondisi pasar saat ini membuat keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan plastik perlu dijaga. 


Baca Juga: Skrining Kesehatan Sejak Dini Semakin Penting, Ini Alasannya

Menurutnya, penggunaan plastik yang berlebihan perlu dikurangi agar tidak semakin menekan rantai pasok industri.

“Gunakan plastik secukupnya saja, jangan berlebihan. Kita harus diet plastik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026). 

Fajar menjelaskan, gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang, bahkan dapat mencapai 6–12 bulan ke depan. 

Kondisi ini membuat industri harus mencari sumber alternatif dari Asia dan Amerika untuk menjaga ketersediaan bahan baku.

“Pilihan pasokan sekarang hanya ada di Asia dan Amerika. Kita harus menyesuaikan agar kebutuhan tetap terpenuhi,” katanya.

Lebih lanjut, tekanan pasokan tersebut berpotensi memengaruhi harga di berbagai lini, termasuk produk berbasis plastik yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat.

Di sisi lain, Inaplas juga mendorong pemerintah memberikan dukungan terhadap industri daur ulang plastik melalui insentif, guna memperkuat ketersediaan bahan baku dalam negeri di tengah gejolak global.

Baca Juga: Label Nutri-Level Belum Wajib, Pemerintah Beri Masa Transisi 2 Tahun

“Yang kami harapkan dari pemerintah adalah insentif, terutama untuk industri daur ulang plastik, supaya bisa membantu menjaga pasokan bahan baku di tengah kondisi seperti ini,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News