KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga platinum dan paladium naik pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Meski sama-sama naik, kedua logam ini masih menghadapi tantangan berbeda, mulai dari prospek permintaan otomotif hingga kondisi pasokan di negara produsen utama. Mengutip Bloomberg, harga platinum berada di level US$ 1.615,84 per ons troi pada Kamis (15/10/2026) pukul 19.54 WIB, naik 0,71% secara harian. Sementara itu, harga paladium melonjak 3,21% ke US$ 1.134,29 per ons troi. Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, pergerakan kedua logam tersebut dipengaruhi kondisi pasokan dan permintaan masing-masing.
“Platinum dipengaruhi stok dan pasokan Afrika Selatan, sedangkan paladium bergantung pada industri otomotif dan pasokan Rusia,” ujar Sutopo kepada Kontan, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga: Harga Emas Turun di Tengah Inflasi AS, Cermati Prospek dan Rekomendasi Analis Paladium banyak digunakan dalam
catalytic converter kendaraan bermotor untuk membantu mengurangi emisi gas buang. Karena itu, meningkatnya adopsi kendaraan listrik menjadi tantangan bagi permintaan logam ini. Meski demikian, permintaan dari kendaraan hibrida masih membantu menahan penurunan konsumsi paladium. Di sisi lain, platinum menghadapi tekanan dari permintaan perhiasan dan otomotif. World Platinum Investment Council (WPIC) memperkirakan total permintaan platinum dalam jangka panjang turun 18%. Penurunan tersebut mencakup permintaan perhiasan di China yang diproyeksikan menyusut 32% dan permintaan otomotif sebesar 4%. Tekanan permintaan tersebut berpotensi membatasi kenaikan harga, meskipun produksi juga menghadapi kendala. Biaya operasional yang tinggi dan gangguan pasokan listrik di Afrika Selatan dapat menekan produksi platinum, sementara risiko perdagangan di Rusia turut memengaruhi prospek pasokan logam kelompok platinum. Adapun Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menyebut, keseimbangan pasokan dan permintaan industri menjadi faktor penting dalam pergerakan harga platinum. “Platinum lebih dipengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan industri, termasuk otomotif dan aplikasi industri baru, meskipun proyeksi surplus pada 2026 menjadi salah satu risiko,” pungkas Lukman. Selain faktor fundamental, prospek suku bunga Amerika Serikat (AS) turut membayangi pergerakan platinum dan paladium. Inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada Oktober. Jika suku bunga bertahan tinggi lebih lama, minat investor terhadap kedua logam ini berpotensi tertekan karena platinum dan paladium tidak memberikan imbal hasil.
Untuk akhir 2026, Lukman memproyeksikan harga platinum berada di kisaran US$ 1.550–US$ 1.800 per ons troi, sedangkan paladium diperkirakan bergerak di rentang US$ 1.050–US$ 1.350 per ons troi. Sementara itu, Sutopo memperkirakan harga platinum berada di sekitar US$ 1.700 per ons troi dan paladium di kisaran US$ 1.200–US$ 1.250 per ons troi.
Baca Juga: Pembelian Bank Sentral Topang Emas, Simak Proyeksi Harganya hingga Akhir Tahun Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News