Harga Produk Apple Bisa Naik hingga 30%, Ini Strategi Blibli (BELI) Genjot Penjualan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli optimistis permintaan terhadap produk Apple melalui kanal ritel offline masih memiliki prospek di tengah potensi kenaikan harga perangkat akibat meningkatnya harga chipset.

Director of Retail Operations Global Teknologi Niaga Blibli, Alvin Harirahardjo mengatakan, konsumen Indonesia masih membutuhkan pengalaman berbelanja secara langsung, terutama untuk produk teknologi yang perlu dicoba sebelum dibeli.

Menurut dia, konsumen masih ingin merasakan langsung produk, mulai dari bobot perangkat, genggaman, hingga kualitas layar. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Blibli terus memperluas jaringan ritel fisiknya.


Baca Juga: ESGIN Bidik Proyek Karbon & Investasi Hijau Agroindustri dan Peternakan di Lampung

"Kita masih percaya bahwa customer Indonesia tuh masih mau touch and feel. Mereka pengen, apalagi produk baru, mereka pengen ngerasain beratnya, genggamannya gimana, layarnya seterang apa. Itu kan nggak bisa dilihat lewat layar kaca," ujar Alvin saat ditemui Kontan, Jumat (4/9/2026).

Optimisme tersebut turut tercermin dari ekspansi jaringan hello Store, Apple Authorized Reseller (AAR) yang dioperasikan oleh PT Global Astha Niaga (GAN), entitas anak Blibli.

Alvin menyebut, hello Store yang baru dibuka di Grand Indonesia merupakan gerai ke-46. Sepanjang 2026, perseroan juga telah menambah hampir 20 gerai hello Store dan masih membuka peluang untuk melanjutkan ekspansi hingga akhir tahun.

"2026 itu kita sudah nambah mungkin lebih dari 20 ya. Saya nggak ingat exact number-nya, tapi kita nambah hampir 20-an. Waktu yang pasti kita tetap berekspansi," katanya.

Menurut Alvin, pemilihan lokasi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam ekspansi gerai. Grand Indonesia dinilai strategis karena merupakan salah satu pusat perbelanjaan besar dengan tingkat kunjungan yang tinggi serta memiliki segmen pasar yang sesuai dengan target konsumen Blibli.

"Karena di sini tempatnya strategis, salah satu mall yang terbesar, rame di pusat kota. Dan segmen market-nya cocok sama yang kita target," ujar dia.

Meski memperluas jaringan fisik, Blibli tetap menjalankan pendekatan omnichannel. Konsumen dapat memperoleh produk melalui kanal offline maupun online dengan pilihan produk yang pada dasarnya sama.

Baca Juga: Salim Group Ambil Alih Penuh IndoData Center, Siapkan Kapasitas hingga 500 MW

Alvin mengatakan, perbedaan antargerai lebih banyak terletak pada karakteristik lokasi dan segmen konsumen yang dilayani. Sebagai contoh, gerai di kawasan perkantoran akan memiliki karakter pengunjung yang berbeda dengan gerai di pusat perbelanjaan yang banyak dikunjungi keluarga maupun wisatawan.

"Kalau dari sisi produk yang ditawarkan tidak ada. Semua toko Halo kita menawarkan produk yang sama. Tapi kalau ditanyain kenapa buka di sini, of course ada yang beda," jelasnya.

Di sisi lain, Alvin mengakui potensi kenaikan harga perangkat akibat kondisi pasokan chipset dapat memberikan dampak terhadap penjualan. Namun, dia menilai loyalitas pengguna Apple masih menjadi salah satu penopang permintaan.

"Ya pasti terdampak. Cuman so far kalau kita lihat, customer-customer Apple loyalist masih tetap. Tetap mereka memburu produk-produk, terutama handphone-nya kan masih. Masih jadi idola," katanya.

Dia menambahkan, tekanan harga akibat chipset tidak hanya berpotensi memengaruhi smartphone, tetapi juga berbagai perangkat elektronik lain yang menggunakan komponen tersebut, termasuk tablet dan perangkat wearable.

"Semua kan pakai chipset juga. Tablet, jam pun nanti akan naik kan pakai chipset juga. Jadi semuanya, segala sesuatu yang pakai chip itu pasti akan terdampak," ujar Alvin.

Baca Juga: Denera Ungkap Progres 11 Proyek PSEL, Target Beroperasi Mulai 2028

Meski demikian, Blibli berharap kondisi kelangkaan chipset dapat kembali normal sehingga harga perangkat lebih terjangkau dan permintaan dapat kembali meningkat.

Alvin menyebut, berdasarkan yang diketahuinya, terdapat sejumlah produk yang mengalami kenaikan harga rata rata dari mulai sekitar 15% hingga 30% Namun, dia menegaskan besaran kenaikan dapat berbeda antarproduk.

Sementara itu, pembukaan hello Store Grand Indonesia menjadi bagian dari penguatan ekosistem ritel Blibli. Gerai tersebut menawarkan akses terhadap produk Apple sekaligus layanan pendampingan, mulai dari mencoba produk, demonstrasi, unboxing, pengaturan awal, pemindahan data hingga edukasi fitur perangkat.

Per akhir Juni 2026, hello Store telah memiliki 43 gerai di Indonesia. Dengan pembukaan Grand Indonesia dan ekspansi berikutnya, jaringan tersebut terus diperluas untuk mendekatkan akses produk Apple kepada konsumen.

Dari sisi kinerja, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli mencatatkan kinerja positif di kuartal I 2026. Pendapatan perseroan melesat hingga dua digit, disertai pertumbuhan di seluruh lini bisnis dan efisiensi biaya yang lebih baik. 

Pendapatan neto konsolidasian bertumbuh 67% year on year (yoy) dari Rp4.694 miliar menjadi Rp7.835 miliar. Peningkatan kinerja seluruh segmen usaha, terutama Institusi dan Toko Fisik, yang didukung oleh peningkatan penjualan smartphone, menopang pencapaian ini. 

Take rate meningkat jauh secara tahunan dari 9,0% menjadi 9,9%, didukung peningkatan take rate terutama pada segmen Ritel 1P dan Institusi. Hal ini merupakan hasil dari pertumbuhan Laba Bruto Sebelum Diskon (Gross Profit Before Discount/GPBD) sebesar 21% yoy.

Baca Juga: Kejar Investasi RUPTL 2025-2034, Pemerintah Genjot Nilai Ekonomi Karbon

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News