Harga saham BANK (Bank Aladin) turun 24%, analis rekomendasi buy, simak penjelasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) masih dalam tren negatif sepanjang bulan Oktober 2021 ini. Namun analis rekomendasi investor untuk buy saham BANK (Bank Aladin) jika ingin meraih cuan. 

Harga saham BANK (Bank Aladin) pada perdagangan Jumat 22 Oktober 2021 ditutup di level Rp 2.310. Selama sebulan terakhir, harga saham BANK (Bank Aladin) turun -760 poin atau -24,76%. 

Tren penurunan harga saham BANK (Bank Aladin) sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Dalam enam bulan terakhir, harga saham Bank Aladin turun -1.110 poin atau -32,46%.


Namun, Analis Trimegah Sekuritas, Prasetya Gunadi dan Willinoy Sitorus menilai saham Bank Aladin memiliki prospek yang menarik. Hal tersebut tak lepas dari banyaknya kolaborasi yang dijalin perusahaan.

Dalam riset yang dilakukan kedua analis di atas, menyatakan Bank Aladin perusahaan sebagai bank yang memberikan pengalaman Banking-as-a-service (Baas). Hal itu terlihat dari kolaborasinya dengan Alfamart. "Kami meningkatkan basis nasabah Bank Aladin dari 4 juta nasabah menjadi 7,5 juta nasabah pada tahun 2025," tulisnya.

Selanjutnya, BANK akan mengintegrasikan aplikasinya dengan aplikasi Alfagift, yang saat ini memiliki sekitar 10 juta pelanggan dan 2 juta pengguna aktif yang dapat dimonetisasi segera setelah peluncuran aplikasi.

Baca Juga: Bank Aladin Syariah (BANK) Agendakan Rights Issue, Tidak Ada Pembeli Siaga

Manajemen juga akan menggunakan loyalty program yang didasarkan pada pengalaman OVO dan terbukti berhasil meningkatkan jumlah pengguna, untuk menarik pengguna baru.

Praseya melihat, Bank Aladin memiliki lebih banyak potensi dan kebebasan untuk menyesuaikan sistemnya untuk kebutuhan dan kriteria mitranya. "Ini juga membutuhkan persyaratan modal tingkat 1 yang lebih sedikit daripada bank digital baru yang didirikan (IDR3tn vs IDR10tn)," sebutnya.

Selain itu, perusahaan juga akan menjajaki peluang kerja sama dengan BPKH (pengelola dana haji) melalui fitur pendaftaran haji online di aplikasinya.

Fitur ini memberikan kesempatan kepada nasabah yang memiliki rekening tabungan haji untuk mendapatkan pembiayaan haji, sehingga dapat menerima nomor pendaftaran lebih cepat.

Bank Aladin juga akan bekerjasama dengan Facebook Indonesia untuk menembus segmen UMKM di tanah air. Hanya saja, saat ini Trimegah belum memasukkan kolaborasi dengan Facebook ke dalam perkiraannya.

Baca Juga: Beberapa emiten ini bakal rights issue, bagaimana rekomendasi sahamnya?

"Namun, jika kolaborasi dengan Facebook terwujud pada 2024, Bank Aladin akan diuntungkan dengan basis pelanggan Facebook yang sangat besar. Seharusnya, 30 juta UKM akan online pada tahun 2024, sejalan dengan target pemerintah dan karena 90% dari mereka menggunakan aplikasi Facebook, itu berarti 27 juta calon pelanggan untuk Bank Aladin," jelasnya.

Dengan asumsi konservatif penyerapan 2 juta nasabah dari sinergi pembukaan rekening deposito Bank Aladin pada tahun 2024, pihaknya memperkirakan sinergi tersebut dapat meningkatkan bottom-line Bank Aladin sebesar 74% dan 58% pada tahun 2024 dan 2025.

Dengan adanya penarik di atas, dengan metode customer lifetime value, valuasi Bank Aladin akan meningkat menjadi Rp 8.000 per saham karena basis nasabah yang lebih tinggi.

Karenanya, Trimegah meningkatkan peringkat Bank Aladin ke BUY dengan target harga lebih tinggi dari Rp 6.200/saham, karena perkiraan basis pelanggan yang lebih tinggi.

Itulah rekomendasi saham Bank Aladin bagi investor. Ingat, disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas adalah tanggung jawab Anda sendiri. Semoga cuan!
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto