KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
Kenaikan harga saham PT Bank SMBC Indonesia Tbk (
BTPN)
secara signifikan dalam perdagangan beberapa waktu terakhir mendorong manajemen buka suara. Pada perdagangan Selasa (8/9/2026), saham BTPN ditutup pada level Rp 2.420 per saham, naik 0,41% secara harian. Dalam sepekan, harga saham SMBC naik 8,52% dan naik 14,15% sejak awal tahun. Melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/9/2026), manajemen Bank SMBC memberikan tanggapan atas volatilitas transaksi ini.
Perusahaan mengaku tak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan, yang secara langsung mempengaruhi nilai saham perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
Baca Juga: Unitlink Makin Dilirik Nasabah, Premi Tumbuh 21,92% hingga Juli 2026 Manajemen memastikan pemantauan atas kegiatan usaha senantiasa dilakukan, sembari juga memastikan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi sesuai ketentuan yang berlaku. “Sampai saat ini, tidak terdapat informasi material yang belum disampaikan kepada publik yang dapat menjadi penyebab langsung atas volatilitas transaksi saham dimaksud,” demikian tertulis. Manajemen juga mengaku tak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham selain informasi yang telah disampaikan kepada perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku. Pun, tak ada informasi mengenai rencana pengendali dan/atau pemegang saham utama terkait perubahan kepemilikan sahamnya di perusahaan yang wajib diungkapkan kepada publik. Manajemen memastikan perubahan kepemilikan saham yang wajib dilaporkan oleh pihak terkait bakal ditindaklanjuti perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pun, perusahaan senantiasa berkomunikasi dengan pemegang saham pengendali dan utama untuk memastikan kepatuhan terhadap kewajiban pelaporan yang berlaku.
Baca Juga: BPKH Belum Lepas 82,69% Saham, Bank Muamalat Masih Menanti Investor Baru Terkait potensi rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, manajemen mengaku secara berkala melakukan evaluasi terhadap berbagai alternatif strategi dan inisiatif bisnis, termasuk kemungkinan aksi korporasi yang sejalan dengan kepentingan usaha. Namun begitu, hingga saat ini belum ada keputusan final maupun aksi korporasi yang bersifat material yang wajib diumumkan kepada publik atau yang berdampak terhadap pencatatan saham perusahaan di BEI.
Pun setiap rencana yang masih dalam tahap penjajakan,
assessment, evaluasi internal, maupun diskursus awal belum dapat dikategorikan sebagai informasi material yang wajib disampaikan ke publik. Secara keseluruhan, Bank SMBC memastikan tak ada informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya baru yang bersifat material yang dapat mempengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perusahaan. Manajemen melihat pergerakan harga dan peningkatan aktivitas transaksi saham yang kini terjadi semata merupakan dinamika pasar yang berada di luar kendali langsung perusahaan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News