KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seluruh saham bank besar alias
big banks ditutup menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026). Big banks kompak bertengger di zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (
BBRI) tercatat menguat paling tinggi. Harga BBRI saat ini berada di Rp 3.460 per saham atau naik 2,67% dibandingkan kemarin. Disusul oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (
BBCA) yang menguat 2,66% menjadi Rp 6.750 di penutupan hari ini.
Kemudian, saham PT Bank Mandiri Tbk (
BMRI) tercatat naik 2,39% menjadi Rp 4.710. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tumbuh 1,63% menjadi Rp 3.740.
Baca Juga: Fintech Lending Resmi Ajukan Banding Terhadap Putusan KPPU Terkait Penetapan Bunga Penguatan harga saham
big banks hari ini didorong oleh aksi beli bersih atau
net buy dari investor asing. BBCA mencatatkan
net buy paling tinggi hari ini sebesar Rp 138,46 miliar. Adapun secara rinci untuk
big banks lain, BBRI mencatat net buy sebesar Rp 124,55 miliar, BMRI mencatat
net buy sebesar 68,63 miliar, dan BBNI mencatat
net buy sebesar Rp 64,25 miliar. Sebelumnya, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata telah memperingatkan para investor untuk berhati-hati terhadap harga saham
big banks pekan ini. Liza memproyeksikan harga saham
big banks pekan ini masih berada dalam fase
rebound terbatas atau
early-stage bottoming, belum masuk ke tren naik yang solid. "Investor harus tetap tetap mencermati risiko utama dari potensi kenaikan yield global dan volatilitas rupiah yang dapat kembali memicu tekanan outflow," kata Liza kepada Kontan.
Baca Juga: OJK Setujui Penggabungan BPR Artha Mlatiindah ke BPR Artha Mertoyudan Liza merekomendasikan investor untuk mulai mengakumulasi saham
big banks. Akan tetapi, Liza bilang, saham
big banks saat ini lebih cocok untuk dikoleksi secara jangka panjang. Pasalnya, harga saham
big banks di jangka pendek ini masih cukup berisiko. "Ini belum sepenuhnya mencerminkan perubahan tren, karena pergerakan sektor perbankan saat ini masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global," ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News