Harga Saham Blue Chip Ini Mulai Bangkit, Manajemen Pun Siap Ekspansi, Layak Beli?
Senin, 12 Januari 2026 08:21 WIB
Oleh: Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham emiten pengelola jaringan ritel mini market Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mulai bangkit pada tahun 2026 ini. Di sisi lain, manajemen AMRT menyiapkan rencana ekspansi besar-besaran untuk menambah jumlah gerai Alfamart. Apakah saham berkarakteristik blue chip ini menarik dikoleksi? Pada perdagangan Jumat 9 Januari 2026, harga saham AMRT ditutup di level 1.955, turun 20 poin atau 1,01% dibandingkan sehari sebelumnya. Namun dalam sebulan terakhir, harga saham AMRT terakumulasi naik 55 poin atau 2,89%. Sepanjang setahun terakhir, harga saham AMRT pernah di level 3.020 pada 12 Februari 2025. Namun saham AMRT juga pernah terpuruk di level 1.805 pada 1 Desember 2025.
Di tengah tren kenaikan harga tersebut, analis menilai saham AMRT layak masuk keranjang investasi. Selain karena harga saham AMRT yang masih di bawah harga tertinggi setahun terakhir, kinerja AMRT diproyeksi akan meningkat karena ekspansi bisnis. Baca Juga: Ini Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari Ini (12/1), IHSG Berpeluang Menguat Pada tahun 2026, AMRT menargetkan pembukaan sekitar 800 gerai Alfamart, dengan fokus ekspansi utama di wilayah luar Pulau Jawa. Seiring dengan penambahan gerai tersebut, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan di kisaran high single digit sepanjang 2026. General Manager Corporate Communications AMRT, Rani Wijaya, menyampaikan bahwa prospek industri ritel pada 2026 diperkirakan tetap berada dalam tren positif. Menurutnya, perubahan perilaku belanja masyarakat yang semakin mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi menjadi peluang besar bagi penguatan strategi omnichannel Alfamart. Perkembangan layanan digital dinilai mampu mendorong integrasi kanal belanja online dan offline secara lebih optimal. Adaptasi pemanfaatan teknologi digital dalam memenuhi kebutuhan konsumen juga membuka ruang bagi AMRT untuk menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi dan terkustomisasi. “Preferensi konsumen yang semakin mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam berbelanja menjadi dorongan positif dalam penguatan strategi layanan perusahaan,” ujar Rani kepada Kontan, Kamis (8/1/2026). Meski demikian, AMRT tetap mencermati dinamika dan ketidakpastian global. Perseroan akan terus mengedepankan optimalisasi operasional agar tetap adaptif dan berdaya saing di tengah perubahan pasar yang cepat. Tonton: All In Diskon Pajak Haram Dibongkar KPK Prospek dan Rekomendasi Saham AMRT Dari sisi analis, Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai target pertumbuhan pendapatan high single digit serta rencana pembukaan 800 gerai baru masih tergolong realistis. Ekspansi ke luar Pulau Jawa dinilai tepat, mengingat tingkat penetrasi ritel modern di wilayah tersebut masih relatif rendah. Model bisnis AMRT dinilai telah matang dan solid, sementara penerapan strategi omnichannel diyakini mampu menopang pertumbuhan tanpa menggerus profitabilitas. Sentimen positif juga datang dari kebijakan fiskal yang pro konsumsi, stabilisasi harga pangan, momentum musiman menjelang Lebaran, serta kontribusi gerai baru dan efisiensi operasional. Namun, AMRT tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari potensi pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan biaya operasional seperti upah dan logistik, hingga ketatnya persaingan di sektor ritel modern. Baca Juga: BEI Suspensi 4 Saham Mulai Perdagangan Hari Ini (12/1), Cek Penyebabnya Sementara itu, Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai target ekspansi AMRT masih sejalan dengan kapasitas historis perusahaan. Fokus ekspansi ke luar Pulau Jawa dianggap strategis karena pasar ritel modern di Pulau Jawa mulai jenuh. Ke depan, kinerja AMRT pada 2026 diproyeksikan akan didukung oleh optimalisasi produk private label dengan marjin laba lebih tinggi serta peningkatan fee-based income dari layanan digital.
Dari sisi rekomendasi, Abdul Azis merekomendasikan buy saham AMRT dengan target harga Rp 2.100 per saham. Sementara itu, Muhammad Wafi menyarankan buy saham AMRT dengan target harga Rp 2.500 per saham.
KPK Amankan Delapan Orang dalam OTT di Jakarta Utara, Ada Pegawai Pajak