Harga Saham Blue Chip Ini Naik 8% Sehari, Analis Rekomendasi Beli



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mulai bangkit pada November 2026 di tengah gejolak pasar modal Indonesia. Meski telah naik tinggi, analis tetap rekomendasi beli saham ANTM.

Pada perdagangan Rabu 4 November 2026, harga saham ANTM ditutup di Rp 2.600 menanjak 200 poin atau 8,33% secara harian. Ini merupakan pantulan pertama setelah harga saham berkarakter blue chip ini mencapai titik terendah tahun ini Rp 2.400 pada 3 November.

Samuel Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ANTM dengan target harga Rp 4.000 per saham. Alasannya, perusahaan milik negara ini masih memiliki peluang penguatan kinerja dan harga saham meskipun menghadapi tekanan penjualan emas serta penurunan harga bijih nikel. 


Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap, menetapkan target harga tersebut berdasarkan metode discounted cash flow (DCF). Target itu mencerminkan potensi kenaikan sebesar 44,4% dibandingkan harga saham ANTM Rp 2.770 saat riset diterbitkan.

Rekomendasi tersebut didukung pertumbuhan kinerja keuangan ANTM sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Namun, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko yang berpotensi menekan kinerja emiten tambang pelat merah ini pada kuartal IV-2026.

Berdasarkan riset Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (28/10/2026), ANTM membukukan pendapatan Rp 88,48 triliun selama Januari-September 2026. Angka tersebut meningkat 22,8% secara tahunan atau year on year (YoY).

Dari sisi profitabilitas, laba bersih ANTM tumbuh 47,9% YoY menjadi Rp 8,84 triliun. Laba kotor meningkat 41,6% menjadi Rp 15,56 triliun, sementara EBITDA naik 45,8% menjadi Rp 12,86 triliun.

Pertumbuhan tersebut turut memperbaiki margin perusahaan. Margin laba kotor ANTM meningkat menjadi 17,6% dari sebelumnya 15,2%. Sementara itu, margin laba bersih naik menjadi 10% dibandingkan 8,3% pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Indo Tambangraya (ITMG) Siapkan Buyback Saham Rp 2,31 Triliun hingga Februari 2027

Penjualan emas dan harga nikel menjadi perhatian

Meski kinerja secara kumulatif tumbuh positif, ANTM menghadapi tekanan pada kuartal III-2026. Pendapatan perusahaan turun 22,8% secara kuartalan menjadi Rp 25,77 triliun. Laba bersih juga terkoreksi 17,9% menjadi Rp 2,45 triliun.

Salah satu penyebabnya adalah penurunan aktivitas perdagangan emas. Volume penjualan emas ANTM pada kuartal III-2026 turun 26% secara kuartalan menjadi 7,14 ton.

Pada saat bersamaan, harga jual rata-rata emas terkoreksi 6% menjadi US$ 4.456 per ons troi.

Tekanan juga terlihat pada segmen bijih nikel. Harga jual rata-rata bijih nikel ANTM turun 13% secara kuartalan menjadi US$ 69 per wet metric ton (wmt).

Meski demikian, penurunan harga tersebut sebagian terkompensasi oleh peningkatan volume penjualan bijih nikel sebesar 18% menjadi 3,96 juta wmt. Penjualan feronikel juga meningkat 33% menjadi 6.367 ton.

Juan menilai, prospek harga komoditas masih menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan pada kuartal IV-2026.

"Pelemahan permintaan emas dan tambahan pasokan nikel setelah persetujuan RKAB dapat membebani harga pada kuartal IV-2026," tulis Juan dalam risetnya.

Tonton: Penyadapan Prabowo Diusut, Yusril Buka Peluang Tersangka Bertambah

Utang bank meningkat menjadi Rp 6,30 triliun

Selain tekanan harga komoditas, Samuel Sekuritas juga menyoroti kondisi perusahaan asosiasi dan peningkatan utang bank ANTM.

Perusahaan asosiasi ANTM mencatatkan kerugian sebesar Rp 95 miliar pada kuartal III-2026. Sementara itu, utang bank perusahaan meningkat menjadi Rp 6,30 triliun per September 2026.

Kendati demikian, kondisi likuiditas ANTM masih relatif kuat. Perusahaan mempertahankan posisi kas bersih sebesar Rp 4,14 triliun hingga September 2026.

Posisi tersebut didukung kepemilikan kas sebesar Rp 10,54 triliun serta arus kas operasional Rp 5,06 triliun sepanjang Januari-September 2026.

Juan menilai, peningkatan volume penjualan bijih nikel turut membantu mengimbangi tekanan dari penurunan harga jual komoditas tersebut.

Dengan mempertimbangkan pertumbuhan kinerja, posisi likuiditas, serta prospek bisnis ke depan, Samuel Sekuritas tetap merekomendasikan buy saham ANTM dengan target harga Rp 4.000 per saham.

Meski demikian, investor perlu memperhatikan perkembangan permintaan emas, tambahan pasokan bijih nikel setelah persetujuan RKAB, serta kondisi keuangan perusahaan asosiasi pada kuartal IV-2026.  

IHSG Tersenyum Tipis Hari ini, Berikut 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi (4 Nov 2026).
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News