Harga Saham Blue Chip Ini Naik Tinggi Karena Dividen Jumbo, Saatnya Beli / Jual?
Selasa, 28 April 2026 05:32 WIB
Oleh: Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melonjak pada perdagangan Senin 27 April 2026 tersulut keputusan pembayaran dividen jumbo. Apakah saham berkarakteristik blue chip ini layak dibeli atau sekarang saatnya profit taking? AKRA telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (27/4). Dalam rapat ini, AKRA mendapat restu dari pemegang saham untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 100 per saham dengan total nilai Rp 1,98 triliun. "Nilai tersebut mencerminkan rasio pembagian atau dividend payment ratio (DPR) sekitar 80,08% dari laba bersih tahun 2025," ujar Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu dalam konferensi pers, Senin (27/4).
Pada perdagangan Senin 27 April 2026, harga saham AKRA ditutup di level 1.560 naik 80 poin atau 5,41% dibandingkan sehari sebelumnya. Dengan harga tersebut, yield dividen saham AKRA mencapai 6,41%. Sementara itu, suku bunga deposito rupiah di bank umum saat ini hanya sekitar 2%. Artinya, yield dividen saham AKRA setara tiga kali lipat bunga deposito. Baca Juga: Saham-Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi di Awal Pekan Asal tahu saja, pada 2025 lalu AKRA meraih laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,47 triliun. Selain pembagian dividen, RUPST ini juga menyetujui laporan tahunan tahun buku 2025, termasuk laporan keuangan, laporan Direksi, dan laporan pengawasan Dewan Komisaris AKRA. RUPST juga menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit laporan keuangan tahun 2026. Para pemegang saham turut menyetujui perubahan susunan Direksi Perseroan, termasuk berakhirnya masa jabatan Suresh Vembu sebagai Direktur efektif 30 Juni 2026 dengan proses transisi yang terkelola dengan baik.
Tonton: Pentagon Buru Logam Tanah Jarang di Malaysia Tak hanya itu, RUPST juga menyetujui penetapan remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris. Selain RUPST, AKRA juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan KBLI 2025 sesuai ketentuan regulasi yang berlaku tanpa mengubah kegiatan usaha utama AKRA. Tonton: Pajak Tol Batal! Pemerintah Tahan Beban Pajak Baru Rekomendasi Saham AKRA Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 1.605 per saham. Menurutnya, kinerja AKRA tahun 2026 akan terdorong oleh KEK JIIPE. Hal ini didukung oleh pertumbuhan permintaan lahan dan potensi peningkatan recurring income atas aktivitas para tenant di kawasan industri tersebut. "Kinerja positif kuartal I-2026 mestinya bisa berlanjut," tutur dia, Senin (27/4/2026). AKRA juga masih bisa bertahan dari volatilitas harga minyak dunia di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah. Model bisnis AKRA yang terbiasa meneruskan (pass-through) kenaikan harga minyak kepada pelanggannya dapat membuat margin keuntungan mereka tetap terjaga.
Meski begitu, risiko seperti tersendatnya pasokan impor minyak mentah juga perlu diwaspadai oleh AKRA. Emiten ini perlu memperkuat strategi efisiensi rantai pasok dan digitalisasi logistik untuk memitigasi risiko tersebut. "Peningkatan kapasitas penyimpanan tangki juga diperlukan untuk mengembangkan stok," jelas dia.
845 Sanksi Dalam 3 Bulan! Kepatuhan Emiten RI Disorot