Harga Saham INKP Melonjak 35% YTD, Saatnya Beli / Jual?



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham perusahaan kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) melonjak drastis sepanjang dua bulan pertama 2026. Pertanyaannya, apakah tren kenaikan ini masih berlanjut atau justru sudah saatnya investor melakukan taking profit?

Pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, saham INKP ditutup di level 11.825, turun 175 poin atau 1,46% dibanding sehari sebelumnya. Meski terkoreksi harian, secara year to date (ytd) saham ini telah melesat 3.050 poin atau 34,76% sejak awal tahun.

Kenaikan signifikan tersebut dinilai mulai mencerminkan perbaikan fundamental perseroan, seiring kinerja keuangan yang tetap solid dan prospek industri kemasan yang masih positif.


Tonton: Produk AS Masuk RI? BPOM Pastikan Tetap Harus Kantongi Izin Edar

Kinerja Keuangan Solid Jadi Penopang

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai capaian laba bersih INKP yang mencapai sekitar Rp 5,4 triliun hingga September 2025 menunjukkan ketahanan bisnis di tengah kondisi makroekonomi yang fluktuatif.

Efisiensi operasional serta stabilnya harga jual pulp dan kertas kemasan menjadi faktor utama penopang kinerja. Selain itu, mulai beroperasinya ekspansi pabrik industrial paper diperkirakan memberi tambahan kapasitas signifikan yang berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan secara struktural pada 2026.

“Fundamentalnya masih kuat. Tambahan kapasitas baru bisa menjadi pendorong pertumbuhan tahun ini,” ujar Wafi.

Dari sisi prospek 2026, segmen kertas kemasan diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan, sejalan dengan tren global peralihan dari plastik menuju kemasan ramah lingkungan. Permintaan ekspor, khususnya dari China dan India, dinilai masih lebih dominan dibanding pasar domestik.

Margin laba juga berpeluang membaik, didorong efisiensi bahan baku dan potensi penurunan suku bunga yang dapat menekan beban bunga perseroan.

Tonton: THR Ojol Cair Lagi Lebaran 2026? Menaker: Perusahaan Sudah Komitmen!

Valuasi dan Fase Awal Rerating

Lonjakan minat investor terhadap INKP dinilai terjadi karena pasar mulai menyadari valuasi saham yang sebelumnya relatif murah, ditambah berakhirnya siklus belanja modal besar perusahaan.

“Kenaikan harga saham saat ini merupakan fase awal rerating berbasis fundamental,” kata Wafi.

KISI Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham INKP dengan target harga Rp 12.000 per saham.

Baca Juga: Inilah Saham Migas Pilihan Analis Kala Harga Minyak Mentah Tren Naik

Didorong Laba 9 Bulan 2025

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mencatat INKP membukukan laba bersih US$ 325,92 juta pada periode sembilan bulan 2025, naik 44,14% secara tahunan, meskipun pendapatan turun tipis menjadi US$ 2,36 miliar.

Kinerja tersebut terutama ditopang efisiensi beban, sementara struktur permodalan tetap terjaga dengan ekuitas mencapai US$ 6,72 miliar dan liabilitas US$ 5,77 miliar.

Menurut Abida, keberlanjutan kinerja pada 2026 masih terbuka selama kondisi industri pulp global stabil. Pendapatan diperkirakan tumbuh moderat mengikuti siklus harga pulp, dengan peluang perbaikan margin apabila permintaan segmen kemasan tetap solid.

Tonton: AI Ambil Alih? Daftar Perusahaan AS yang PHK Besar-besaran

Sentimen Penerbitan Obligasi

Aksi net buy investor belakangan juga dipicu sentimen rencana penerbitan surat utang jumbo yang dipersepsikan sebagai langkah memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung ekspansi.

Secara keseluruhan, penguatan lebih dari 35% secara year to date mencerminkan kombinasi sentimen korporasi dan potensi rerating fundamental di mata investor.

Prospek Saham INKP 2026: Masih Menarik?

Untuk jangka menengah, prospek saham INKP dinilai tetap konstruktif. Namun investor tetap perlu mencermati dinamika harga pulp global, siklus industri, serta volatilitas nilai tukar yang dapat memengaruhi kinerja.

Dengan fundamental yang membaik, tambahan kapasitas produksi, serta dukungan tren kemasan ramah lingkungan, saham INKP masih memiliki ruang pertumbuhan, meski potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka setelah reli signifikan sejak awal tahun.  

Bos Agrinas Siap Batalkan Impor Mobil India Rp 24,6 T!
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: