Harga Saham Merosot 33%, Perusahaan Energi Siap Bagikan Dividen Rp 500 Miliar Lebih
Kamis, 21 Mei 2026 05:00 WIB
Oleh: Adi Wikanto, Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham perusahaan energi PT Indika Energy Tbk (INDY) terus melemah belakangan ini. Namun investor saham perusahaan ini bisa sedikit lega karena akan ada dividen yang dibagikan dalam waktu dekat. Pada perdagangan Rabu 22 Mei 2026, harga saham INDY terhenti di Rp 2.290, turun 150 poin atau 6,15% secara harian. Dalam perdagangan 30 hari terakhir, harga saham INDY telah berkurang 1.150 poin atau 33,43%. INDY resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar USD 3,01 juta dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dengan kurs rupiah saat ini, jumlah tersebut mencapai lebih dari Rp 510 miliar.
Nilai tersebut setara 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Dividen dijadwalkan dibayarkan kepada pemegang saham pada 19 Juni 2026. Baca Juga: Regulasi Kerap Berubah, Nasib Emiten Sektor Minerba Tak Menentu Indika Energy Percepat Transformasi Bisnis Non-Batubara Dalam RUPST, manajemen juga menegaskan fokus transformasi bisnis perseroan menuju sektor non-batubara dan penguatan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG). Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand, mengatakan seluruh belanja modal perusahaan saat ini diarahkan untuk mendukung proyek tambang emas Awak Mas serta pengembangan bisnis hijau. “Kami terus memperkuat transformasi bisnis di mana seluruh belanja modal pada periode ini dialokasikan untuk proyek tambang emas Awak Mas dan berbagai inisiatif bisnis hijau,” ujar Azis dalam siaran pers perseroan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan yang sejalan dengan transisi energi global menuju net zero emission. Tonton: Sesi I Lesu! IHSG Anjlok, Saham-Saham Ini Rontok RUPST Setujui Laporan Keuangan dan Susunan Pengurus Baru Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025. RUPST turut memberikan pembebasan tanggung jawab penuh atau acquit et de charge kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pelaksanaan tugas selama tahun buku berjalan. Dalam susunan pengurus terbaru, Agus Lasmono ditetapkan sebagai Komisaris Utama, sementara Azis Armand tetap menjabat sebagai Direktur Utama. Laba Bersih Indika Energy Naik Signifikan Pada kuartal I-2026, Indika Energy membukukan laba bersih sebesar USD 7 juta yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 2,9 juta. Pendapatan perseroan juga naik tipis menjadi USD 493,2 juta, didorong peningkatan kontribusi bisnis logistik, perdagangan energi, dan sumber daya non-batubara. Tonton: Rupiah Tertekan! Pemerintah Siapkan Rp 420 Triliun untuk Lawan Dolar Anak Usaha Non-Batubara Jadi Penopang Pertumbuhan Kinerja sejumlah anak usaha non-batubara turut menopang pertumbuhan perseroan. Tripatra mencatat kenaikan pendapatan sebesar 11,2 persen menjadi USD 68,7 juta. Sementara Interport Mandiri Utama mengalami lonjakan pendapatan 53,4 persen menjadi USD 43,1 juta, terutama dari bisnis perdagangan bahan bakar. Di sisi lain, pendapatan Kideco mengalami penurunan akibat melemahnya volume penjualan dan harga jual rata-rata batu bara. Margin Laba Meningkat, Beban Keuangan Turun Indika Energy juga berhasil meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi biaya operasional dan penurunan biaya utang. Laba kotor naik 16,2 persen menjadi USD 74 juta dengan margin laba kotor meningkat menjadi 15 persen. Selain itu, beban keuangan turun 8,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tonton: Minyak Dunia Terancam Krisis Eropa Diprediksi Kehabisan Pasokan Akhir Mei Proyek Emas Awak Mas Capai Progres 56,8 Persen Sepanjang kuartal I-2026, seluruh belanja modal perseroan sebesar USD 26,2 juta dialokasikan untuk sektor non-batubara.
Sebanyak USD 20,4 juta di antaranya digunakan untuk pengembangan proyek tambang emas Awak Mas. Hingga akhir Maret 2026, progres konstruksi proyek Awak Mas telah mencapai 56,8 persen dengan total realisasi investasi sebesar USD 288,1 juta. Perseroan optimistis proyek tersebut akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan jangka panjang di tengah transformasi energi global.
APBN Defisit Rp 164 Triliun per April 2026! Pemerintah Bilang Kondisi Masih Aman