Harga Saham Properti Masih Murah, Simak Rekomendasi Berikut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham properti turut terdampak oleh kenaikan suku bunga acuan dan inflasi. Pasalnya, sebagian besar penjualan properti di Indonesia masih menggunakan skema kredit.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei menilai saham-saham properti sekarang valuasinya banyak yang murah. Investor bisa mulai mencicil untuk masuk, terutama untuk jangka panjang dibandingkan jangka pendek.

"Rata-rata saham properti saat ini sudah diperdagangkan murah dibandingkan dengan 5 tahun terakhir," kata Jono kepada Kontan.co.id, Minggu (15/1).


Menurut Jono, investasi di emiten properti lebih menarik dalam jangka panjang. Tetapi tidak menutup kemungkinan banyak kejadian yang tidak terduga seperti kebijakan yang menguntungkan ataupun faktor penghambat kinerja.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Pilihan untuk Perdagangan Senin (16/1), IHSG Berpeluang Menguat

Jono memprediksi, kinerja emiten properti di tahun 2023 ini akan datar dibandingkan tahun 2021-2022 yang merupakan high base karena adanya berbagai kebijakan yang menguntungkan. Sentimen kenaikan suku bunga dan inflasi dapat menjadi penghambat sektor emiten properti, terutama untuk developer yang sebagian besar pembelinya menggunakan KPR.

Sementara faktor yang dapat menjadi sentimen positif berasal dari dihentikannya kebijakan PPKM, jumlah turis yang terus meningkat, daya beli masyarakat yang meningkat sehingga semakin banyak masyarakat pergi berlibur. Selain itu, peluang rebound saham-saham properti berasal dari laporan kinerja keuangan di kuartal keempat 2022 diproyeksikan kinerjanya akan bagus akan menjadi pendorong kinerja tahun 2023.

Baca Juga: Suku Bunga BI Bisa Naik 25 Bps, Cermati Arah IHSG dan Rekomendasi Saham Pekan Ini

Jono menyebut, emiten properti dengan valuasi murah dan prospek cerah adalah PT Ciputra Development Tbk (CTRA) karena memiliki neraca keuangan sehat sehingga dapat terus ekspansi. Ditambah, CTRA memiliki produk yang diminati masyarakat seperti rumah tapak, dan memiliki pendapatan berulang stabil dari properti komersial seperti mall dan hotel.

Jono merekomendasikan beli untuk saham CTRA dengan target harga Rp 1.350 per saham dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dengan target harga Rp 600 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati