KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) terbang pada perdagangan Rabu (4/2/2026). Harga saham RLCO ditutup naik 9,8% di level Rp 7.000. Sementara dalam lima hari harga saham RLCO masih turun 10,83%. Dalam keterbukaan pada 26 Januari 2026 menurut Direktur dan Sekretaris Perusahaan RLCO Ayu Amanda, tidak terdapat informasi atau kejadian material di internal RLCO yang belum diungkapkan kepada publik dan dapat mempengaruhi pergerakan harga saham RLCO. "Tidak ada informasi atau fakta material lainnya yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan dan/atau keputusan investasi pemodal, yang belum pernah diungkapkan perusahaan,” tegas dia dalam keterbukaan. Kalau menurut Kenzie Keane, Analis Samuel Sekuritas dalam riset 26 Januari 2026, pertumbuhan ekspor yang kuat dari produk makanan dan minuman (F&B) berbasis kesehatan serta meningkatnya permintaan sarang burung walet menjadi pendorong utama kinerja PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Dalam riset yang disusun Kenzie, RLCO di bawah kepemimpinan Edwin Pranata selaku pemilik dan CEO diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan pendapatan (topline) dengan CAGR sebesar 21,5% selama periode 2024–2027.
Harga Saham RLCO Melonjak 9,8%, Ini Rekomendasi dari Samuel Sekuritas
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) terbang pada perdagangan Rabu (4/2/2026). Harga saham RLCO ditutup naik 9,8% di level Rp 7.000. Sementara dalam lima hari harga saham RLCO masih turun 10,83%. Dalam keterbukaan pada 26 Januari 2026 menurut Direktur dan Sekretaris Perusahaan RLCO Ayu Amanda, tidak terdapat informasi atau kejadian material di internal RLCO yang belum diungkapkan kepada publik dan dapat mempengaruhi pergerakan harga saham RLCO. "Tidak ada informasi atau fakta material lainnya yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan dan/atau keputusan investasi pemodal, yang belum pernah diungkapkan perusahaan,” tegas dia dalam keterbukaan. Kalau menurut Kenzie Keane, Analis Samuel Sekuritas dalam riset 26 Januari 2026, pertumbuhan ekspor yang kuat dari produk makanan dan minuman (F&B) berbasis kesehatan serta meningkatnya permintaan sarang burung walet menjadi pendorong utama kinerja PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Dalam riset yang disusun Kenzie, RLCO di bawah kepemimpinan Edwin Pranata selaku pemilik dan CEO diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan pendapatan (topline) dengan CAGR sebesar 21,5% selama periode 2024–2027.