Harga Saham Tertekan Usai Rilis Kinerja Keuangan, Intip Rekomendasi PGEO



KONTAN.CO.ID- JAKARTA. Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tersungkur pada perdagangan Senin (9/3). Adapun PGEO baru merilis kinerja keuangan tahun buku 2025 pada 8 Maret 2025. 

PGEO ditutup melemah 4,88% atau turun 50 poin ke level Rp 975 per saham. Sepanjang tahun berjalan ini, saham emiten pelat merah itu sudah tersungkur 13,72%. 

Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich mencermati secara teknikal, pergerakan saham PGEO sudah melewati batas toleransi resikonya. Sebelumnya, memasang batas stop loss di bawah Rp 1.060 per saham. 


Baca Juga: Ketidakpastian Geopolitik Meningkat, Begini Prospek Valas Utama

“Pergerakan saham PGEO sudah melewati tolerasi risikonya sehingga investor disarankan untuk stop loss,” jelasnya kepada Kontan, Senin (9/3). 

Melansir laporan keuangan per 31 Desember 2025, PGEO membukukan pendapatan sebesar US$ 432,72 juta. Ini meningkat 6,29% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari US$ 407,12 juta. 

Laba usaha PGEO menyusut 3,05% secara tahunan menjadi US$ 233,06 juta. Tekanan datang dari melonjaknya beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya sebesar 19,76% YoY US$ 199,66 juta. 

Tak hanya itu, PGEO juga harus menanggung rugi dari selisih kurs sebesar US$ 7,63 juta di sepanjang 2025. Ini berbalik dari laba selisih kurs sebesar US% 15,98 juta di tahun sebelumnya. 

Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk PGEO mencapai US$ 137,69 juta di 2025. Ini melorot 14,20% secara tahunan dari US$ 160,94 juta di 2024. 

Baca Juga: Produksi Tembaga dan Emas Melonjak, Amman Mineral (AMMN) Diproyeksi Cetak Laba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News