KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha di sektor pertambangan mulai mewaspadai lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Kabarnya harga solar industri B40 mengalami kenaikan sebesar Rp 5.100 per liter menjadi Rp 28.150 per liter. Hal ini dinilai bakal membebani struktur biaya operasional secara signifikan. Direktur PT Zubay Mining Indonesia, Muhammad Emil menilai, kenaikan harga yang cukup tajam tersebut memberikan tekanan langsung bagi sektor-sektor padat energi. Selain pertambangan, sektor logistik dan manufaktur diprediksi bakal merasakan dampak serupa. "Kenaikan harga solar industri B40 sebesar Rp 5.100/liter ini cukup signifikan dan langsung menekan sektor-sektor padat energi seperti pertambangan, logistik, dan manufaktur. Ini bukan sekadar kenaikan biaya operasional, tapi juga berpotensi mengganggu cash flow dan perencanaan produksi," ujarnya kepada Kontan, Rabu (1/4/2026).
Harga Solar Industri B40 Dikabarkan Melonjak, Biaya Operasional Tambang Tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha di sektor pertambangan mulai mewaspadai lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Kabarnya harga solar industri B40 mengalami kenaikan sebesar Rp 5.100 per liter menjadi Rp 28.150 per liter. Hal ini dinilai bakal membebani struktur biaya operasional secara signifikan. Direktur PT Zubay Mining Indonesia, Muhammad Emil menilai, kenaikan harga yang cukup tajam tersebut memberikan tekanan langsung bagi sektor-sektor padat energi. Selain pertambangan, sektor logistik dan manufaktur diprediksi bakal merasakan dampak serupa. "Kenaikan harga solar industri B40 sebesar Rp 5.100/liter ini cukup signifikan dan langsung menekan sektor-sektor padat energi seperti pertambangan, logistik, dan manufaktur. Ini bukan sekadar kenaikan biaya operasional, tapi juga berpotensi mengganggu cash flow dan perencanaan produksi," ujarnya kepada Kontan, Rabu (1/4/2026).
TAG: