KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar kenaikan harga solar industri B40 sebesar Rp 5.100 per liter menjadi Rp 28.150 per liter dinilai bakal memberikan tekanan bagi sektor riil. Kenaikan yang cukup signifikan ini diprediksi akan mengerek biaya operasional hingga menekan daya beli masyarakat lewat transmisi inflasi. Manajer Riset dan Peneliti Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Baidul Hadi menilai, jika kabar kenaikan tersebut benar terjadi, hal itu menunjukkan tekanan biaya energi di sektor non subsidi yang mulai mendekati harga keekonomian. Dampak finansialnya pun tidak main-main bagi pelaku usaha. "Jika diasumsikan konsumsi solar industri mencapai ±15 juta kiloliter (KL) per tahun, maka tambahan beban biaya yang ditanggung pelaku usaha bisa mencapai sekitar Rp 76,5 triliun. Ini bukan angka kecil, dan akan langsung terasa terutama pada sektor logistik, manufaktur, dan pertambangan yang sangat bergantung pada BBM jenis ini," ujarnya kepada Kontan, Rabu (1/4/2026).
Harga Solar Industri B40 Naik, Pengamat: Beban Usaha Bisa Bengkak Rp 76,5 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar kenaikan harga solar industri B40 sebesar Rp 5.100 per liter menjadi Rp 28.150 per liter dinilai bakal memberikan tekanan bagi sektor riil. Kenaikan yang cukup signifikan ini diprediksi akan mengerek biaya operasional hingga menekan daya beli masyarakat lewat transmisi inflasi. Manajer Riset dan Peneliti Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Baidul Hadi menilai, jika kabar kenaikan tersebut benar terjadi, hal itu menunjukkan tekanan biaya energi di sektor non subsidi yang mulai mendekati harga keekonomian. Dampak finansialnya pun tidak main-main bagi pelaku usaha. "Jika diasumsikan konsumsi solar industri mencapai ±15 juta kiloliter (KL) per tahun, maka tambahan beban biaya yang ditanggung pelaku usaha bisa mencapai sekitar Rp 76,5 triliun. Ini bukan angka kecil, dan akan langsung terasa terutama pada sektor logistik, manufaktur, dan pertambangan yang sangat bergantung pada BBM jenis ini," ujarnya kepada Kontan, Rabu (1/4/2026).
TAG: