KONTAN.CO.ID - Harga spot gas alam cair (
liquefied natural gas/LNG) di kawasan Asia meningkat pekan ini, didorong oleh prakiraan cuaca yang lebih dingin yang memicu kenaikan permintaan. Kenaikan tersebut membawa harga LNG Asia ke level tertinggi dalam enam pekan terakhir. Melansir
Reuters, harga rata-rata LNG untuk pengiriman Maret ke Asia Timur Laut diperkirakan mencapai US$10,10 per juta British thermal unit (mmBtu), naik sekitar 6% dibandingkan pekan sebelumnya di level US$9,50 per mmBtu. Level ini merupakan yang tertinggi sejak 5 Desember, menurut sumber industri.
Baca Juga: Helikopter Proteus Resmi Meluncur, AL Inggris Siap Hadapi Ancaman Rusia “Prakiraan cuaca di Asia Timur Laut dan Eropa berubah menjadi lebih dingin dari pekan ke pekan, memperketat fundamental pasar dan mendorong pemulihan harga spot LNG,” kata Kesher Sumeet, analis LNG senior di Energy Aspects, Jumat (16/1/2026). Ia menambahkan, terjadi peningkatan tender spot LNG di Asia pekan ini. Perusahaan listrik Jepang, Kansai Electric dan Tohoku Electric, masing-masing mencari satu kargo LNG untuk pengiriman Februari–Maret, menjelang prakiraan gelombang dingin di Asia Timur Laut pada akhir bulan ini. “Prakiraan cuaca menunjukkan heating degree days (HDDs) di Asia Timur Laut akan melampaui rata-rata 10 tahun mulai 21 Januari, dan mencapai puncak 26,8% di atas normal pada 23 Januari,” ujarnya. Dikombinasikan dengan cuaca dingin pada awal Januari, kondisi ini berpotensi mendorong rata-rata HDD Asia Timur Laut sepanjang Januari berada di atas patokan 10 tahunan. Hal ini berbeda dengan November dan Desember, ketika HDD tercatat di bawah rata-rata. Sebagai catatan, HDD digunakan untuk mengukur kebutuhan pemanasan rumah dan bangunan, dengan menghitung selisih suhu rata-rata harian di bawah 65 derajat Fahrenheit atau 18 derajat Celsius.
Baca Juga: Ditutup 2045, Belanja Program Gates Foundation Digenjot & Mulai Kurangi Ratusan Staf Harga LNG Eropa Ikut Menguat Di Eropa, S&P Global Energy menilai harga acuan
Northwest Europe LNG Marker (NWM) untuk kargo pengiriman Februari dengan skema ex-ship (DES) berada di US$10,73 per mmBtu pada 15 Januari. Harga ini mencerminkan diskon US$0,585 per mmBtu terhadap harga di hub TTF, seiring kembalinya cuaca dingin dan meningkatnya laju penarikan stok gas. Sementara itu, Spark Commodities menaksir harga di level US$10,694 per mmBtu, dan Argus menilai harga LNG pengiriman Maret sebesar US$10,745 per mmBtu. “Harga LNG yang dikirim ke Eropa melonjak tajam pekan ini untuk kuartal pertama, didukung oleh prakiraan cuaca yang lebih dingin di akhir bulan di seluruh Eropa,” ujar Martin Senior, Head of LNG Pricing di Argus. Ia menambahkan, pasar kini mencermati potensi hampir habisnya stok gas bawah tanah di beberapa negara Eropa Barat Laut akibat cuaca dingin. Kondisi ini mendorong harga LNG Eropa naik signifikan dibandingkan Asia.
Baca Juga: Putin Telepon Netanyahu dan Presiden Iran, Rusia Siap Jadi Mediator di Timur Tengah Aktivitas Investor dan Tarif Pengapalan Di sisi lain, hedge fund meningkatkan posisi beli (
long) pada kontrak berjangka TTF, merespons penarikan stok gas yang cepat dan suhu yang terus menurun. Namun, pelaku komersial justru beralih membuka posisi jual (
short) baru, seiring pemasok dan operator penyimpanan menyesuaikan strategi lindung nilai di tengah pasar gas musim dingin yang semakin ketat, menurut analis gas independen Seb Kennedy. Untuk tarif pengapalan LNG, rute Atlantik kembali melemah untuk pekan ketujuh berturut-turut menjadi US$26.250 per hari, sementara tarif di Pasifik turun ke US$41.250 per hari, kata analis Spark Commodities Qasim Afghan.
Sementara itu, peluang arbitrase LNG bulan terdepan dari Amerika Serikat ke Asia Timur Laut melalui Tanjung Harapan semakin menyempit dan lebih mengarah ke pasar Eropa. Hal ini dipicu oleh menyempitnya selisih harga JKM–TTF, karena harga JKM tidak mampu mengimbangi reli harga TTF dalam beberapa waktu terakhir.