Harga SUN berpotensi menguat akibat penurunan yield surat utang global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan akan kembali bergerak bervariasi dengan kecenderungan naik pada perdagangan Kamis (24/5). Hal ini didukung oleh penurunan imbal hasil surat utang global.

Analis Fixed Income MNC Sekuritas, I Made Adi Saputra mengatakan, aktifnya investor di pasar sekunder juga menjadi katalis positif pada perdagangan hari ini. Namun, potensi kenaikan harga SUN akan dibatasi oleh tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Imbal hasil SUN pada perdagangan kemarin (23/5) naik di tengah tertekannya kurs rupiah jelang rilis notulen FOMC. Selain itu, masih berlanjutnya aksi ambil untung oleh investor asing menjadi katalis negative pada perdagangan kemarin.


Kendati begitu, harga SUN dengan denominasi dollar AS masih mengalami penurunan di tengah imbal hasil US Treasury yang kembali mengalami penurunan. “Penurunan imbal hasil US Treasury di bawah 3% menunjukkan The Fed akan membiarkan inflasi AS naik,” kata Made dalam riset hari ini.

Perubahan tingkat imbal hasil SUN pada perdagangan kemarin berkisar antara 1 - 11 bps. Sementara itu, imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1 - 8 bps dengan harga turun hingga sebesar 25 bps.

Adapun secara teknikal, harga SUN untuk tenor pendek mengalami perubahan tren menjadi tren sideways. Sementara harga SUN untuk tenor menengah dan panjang masih mengalami tren penurunan harga. Namun, penurunan harga dibatasi oleh harga SUN yang berada di area jenuh jual (oversold).

Pada perdagangan hari ini, Made merekomendasikan seri FR0069, FR0073, FR0058, FR0074, FR0065, FR0068, FR0072, FR0075, dan FR0067.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail mengatakan, imbal hasil US Treasury jangka menengah (10 tahun) dan jangka panjang (30 tahun) pada perdagangan kemarin turun cukup dalam sebesar 3 bps ke level 2,99% dan 3,15%. “Hasil notulensi rapat FOMC yang dovish mendorong penurunan imbal hasil US Treasury,” ujarnya dalam riset hari ini.

Selain itu, pergerakan harga komoditas turut mendorong penurunan imbal hasil US Treasury. Harga minyak West Texas Intermediate dan gas kemarin masing-masing bergerak bervariasi. Harga minyak WTI turun sebesar 0,19% (US$ 71,70 per barel) dan harga gas naik 0,10% (US$ 2,91 per MMBtu).

Imbal hasil SUN diproyeksi turun hari ini seiring meredanya tekanan kenaikan imbal hasil US Treasury dan kurs rupiah yang berpeluang bergerak stabil.

Ahmad memprediksi, imbal hasil SUN seri acuan 10 tahun akan bergerak di kisaran 7,30%--7,50% pada perdagangan hari ini. Di hari yang sama, ia merekomendasikan seri obligasi negara FR0063, FR0061, FR0036, FR0057, FR0064, FR0043, dan FR0075.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati