Harga teh Mitra Kerinci makin wangi



JAKARTA. PT Mitra Kerinci menaikkan harga jual teh miliknya antara 7% hingga 10% sejak Oktober 2013 lalu. Semula Mitra Kerinci mematok harga rata-rata teh produksinya 13.555 per kilogram (kg). Memasuki bulan Oktober tahun ini, harga jual teh anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ini naik menjadi Rp 14.583 per kg atau rata-rata sekitar 8%.

Agung P. Murdanoto, Chief Executive Officer PT Mitra Kerinci bilang ada beberapa alasan pihaknya menaikan harga. Salah satunya karena permintaan cukup tinggi. "Permintaan untuk ekspor tinggi," ujar Agung kepada KONTAN belum lama ini.

Selain permintaan ekspor yang cukup tinggi, kenaikan harga jual teh ke pasar ekspor terjadi karena dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Untuk penjualan di bulan ini, Mitra Kerinci juga berencana kembali menaikan harga teh. Agung menargetkan, pada Desember tahun ini, harga jual rata-rata teh untuk pasar ekspor untuk kualitas semua grade naik menjadi Rp 16.500 per kg.


Meski permintaan teh cukup tinggi, Mitra Kerinci tak kesulitan untuk memenuhinya. Sebab, baru-baru ini perusahaan yang mengusung merek Teh Liki baru ini saja menaikan kapasitas olah pabrik teh hijau miliknya menjadi 60 ton pucuk basah per hari.

Sampai Oktober lalu, Mitra Kerinci sudah memproduksi sekitar 4.000 ton teh jadi dan mengolah 16.000 ton teh pucuk basah. Dari jumlah produksi tersebut, sekitar 80% adalah produksi teh hijau dan sisanya adalah produksi teh hitam.

Produk andalan teh hijau yang diproduksi oleh PT Mitra Kerinci adalah White Tea, Peko Super dan Fanning. Sedangkan grade andalan teh hitam adalah BOP, PF dan Dust 1. Selain menjual teh hasil produksinya untuk kebutuhan pasar minuman kemasan dalam negeri, Mitra Kerinci juga telah berhasil mengekspor sekitar 500 ton teh jadi ke Taiwan dan China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Fitri Arifenie