Harga Telur Anjlok, Pemerintah Siap Serap Telur untuk Program Bantuan Pangan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah buka peluang untuk menyerap telur untuk program bantuan pangan. Hal ini dilakukan dalam mengatasi anjloknya harga telur di wilayah produsen. 

"Jadi misalnya ketika harga telur itu sedang turun, maka bantuan pangan tidak mesti minyak kita atau beras, tapi bisa juga telur," kata Menteri Perdagangan, Budi Santoso di Kantor Kemendag, Kamis (4/6/2026). 

Selain itu, Budi juga mengaku telah meminta kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk diserap program Makan Bergizi Gratis (MBG). 


Baca Juga: Tekanan Harga Impor Picu Lonjakan Inflasi Mei 2026, Berisiko Naik Lebih Tinggi

Budi menilai anjloknya harga telur khususnya di beberapa sentra produksi seperti Blitar, Jawa Timur karena kelebihan produksi. 

"Nah sekarang itu surplus mencapai 12% untuk telur, dan penyerapannya sebenarnya ada, tinggal kita mengatur manajemennya untuk SPPG agar terserap dengan baik," ungkap Budi. 

Sebelumnya, Peternak ayam petelur skala kecil dan menengah asal Blitar dan sekitarnya membagikan telur gratis ke masyarakat di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (1/6/2026). 

Aksi bagi-bagi telur yang diklaim sebanyak 1 juta butir atau sekitar 62,5 ton itu merupakan bentuk protes peternak skala kecil dan menengah yang ada di Kabupaten Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek terhadap jatuhnya harga telur di bawah harga pokok produksi (HPP). 

Kerugian para peternak diperparah oleh kenaikan harga pakan yang lebih dari 35 persennya diimpor dari luar negeri. 

Salah satu koordinator peternak rakyat asal Blitar, Suryono, mengungkapkan kenaikan harga bahan pakan ternak produk impor mulai dari 30 persen hingga 100 persen. 

"Porsi bahan pakan yang impor itu sekitar 35 persen dari pakan konsentrat. Tapi naiknya komponen bahan pakan impor ini ada yang sampai 100 persen,” ujar Suryono di sela aksi bagi telur, Senin. 

Baca Juga: Inflasi Naik 3,08%, Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi, LPG dan Avtur Picu Inflasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News