Harga tembaga bertenaga setelah rilis data NFP



JAKARTA. Tembaga mengakhiri penurunan terpanjang dalam lima pekan. Komoditas logam industri tersebut menguat setelah tergerus dalam empat hari beruntun.

Mengutip Bloomberg, Jumat (7/10) harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange menguat 0,46% ke level US$ 4.778 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Namun dalam sepekan terakhir, tembaga tergerus hingga 1,8%.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, harga tembaga turun dalam sepekan di tengah menguatnya nilai tukar dollar AS. Data - data ekonomi negeri Paman Sam yang diliris sepekan terakhir memberi dampak positif pada laju dollar AS.


Diawali dengan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) kuartal II-2016 di angka 1,4% yang lebih baik dari sebelumnya 1,1%. Lalu data manufaktur bulan September naik ke level 51,5 dari sebelumnya 49,4. Sementara data non manufaktur naik signifikan ke level 57,1 dari sebelumnya 51,4.

"Beberapa pejabat The Fed menyatakan keyakinan untuk menaikkan suku bunga. Pelaku pasar juga fokus pada rilis data Non Farm Payroll (NFP) AS pada akhir pekan lalu," papar Ibrahim.

Akan tetapi, data NFP yang dirilis Jumat (7/10) ternyata tidak sesuai harapan. Penambahan tenaga kerja AS di sektor non pertanian bulan lalu turun menjadi 156.000 dari sebelumnya 167.000 pekerja. Sedangkan tingkat pengangguran naik ke lebel 5% dari sebelumnya 4,9%.

"Pada saat data AS dirilis negatif, ini sedikit membuat pelaku pasar kembali mengoleksi komoditas. Indeks dollar AS melemah dan tembaga ditutup dengan penguatan," imbuh Ibrahim.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News