KONTAN.CO.ID - Harga sebagian besar logam non-ferrous turun pada hari Senin (10/6). Dengan harga tembaga di bursa London mencapai level terendah lebih dari lima minggu, di tengah dolar AS yang kuat dan keterbatasan permintaan fisik. Melansir Reuters, harga tembaga kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,2% menjadi US$9.747 per ton pada 0417 GMT, aluminium turun 1% menjadi US$2.552,50, seng turun 0,9% menjadi US$2.741, dan timbal turun 0,4% menjadi US$2.190,50. Baca Juga: Harga Tembaga Jatuh ke Level Terendah Satu Bulan Setelah Data Pekerjaan AS
Harga timah LME turun tipis 0,1% menjadi US$31.410 per ton, dan nikel hampir tidak berubah pada $18.035. Indeks dolar naik pada hari Senin, membuat logam yang dihargai dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, setelah data AS menunjukkan ekonomi terbesar dunia tersebut menciptakan lebih banyak pekerjaan dari yang diperkirakan pada bulan Mei. Data pekerjaan ini membuat para pedagang sekali lagi mengubah ekspektasi mereka tentang kapan dan seberapa besar The Fed akan menurunkan suku bunga. Pada awal sesi, harga tembaga turun 0,2% menjadi US$9.741 per ton, level terendah sejak 2 Mei. Kontrak tiga bulan LME telah kehilangan sekitar 12% sejak mencapai rekor tertinggi US$11.104,50 pada 20 Mei karena investor spekulatif meninjau kembali reli panas tembaga. Posisi bersih spekulatif pada tembaga COMEX turun ke level terendah sejak 16 April pada hari Selasa, menurut data bursa terbaru. Baca Juga: Harga Tembaga Rebound Kamis (6/6), Didorong Harapan Penurunan Suku Bunga