Harga Tembaga LME Rebound Tipis dari Level Terendah Sepekan Rabu (18/2)



KONTAN.CO.ID - Harga tembaga di London Metal Exchange (LME) menguat tipis dalam perdagangan Asia yang sepi pada Rabu (18/2/2026), setelah sebelumnya menyentuh level terendah lebih dari sepekan akibat tingginya persediaan dan penguatan dolar AS.

Melansir Reuters, kontrak tembaga acuan di LME naik 0,4% menjadi US$12.670,50 per metrik ton pada pukul 02.19 GMT, setelah anjlok 1,8% pada sesi sebelumnya.

Baca Juga: AS Tuduh China Lakukan Uji Ledakan Nuklir Bawah Tanah, Ini Respons Beijing


Analis pasar utama KCM Trade Tim Waterer mengatakan. penguatan dolar AS kembali menekan kinerja logam dasar pekan ini.

“Logam yang diperdagangkan dalam dolar AS tertekan, terutama di pasar yang sudah minim likuiditas Asia,” ujarnya.

Dolar AS bertahan kuat di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan sikap hati-hati investor yang menantikan risalah pertemuan terbaru Federal Reserve untuk mencari petunjuk arah suku bunga ke depan.

Dolar yang lebih kuat membuat komoditas berdenominasi greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Baca Juga: Wakil Presiden Filipina Sara Duterte Nyatakan Maju Pilpres 2028

Stok Tembaga Tertinggi dalam 11 Bulan

Stok tembaga di gudang yang terdaftar di LME meningkat 9.775 ton menjadi 221.625 ton pada Selasa, tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Tingginya persediaan dinilai dapat menahan pemulihan harga dalam waktu dekat.

“Persediaan yang besar kemungkinan membutuhkan waktu untuk terserap, apalagi di tengah kondisi libur di Asia,” tambah Waterer.

Sementara itu, perusahaan tambang asal Chile, Antofagasta, melaporkan lonjakan laba inti tahunan sebesar 52% pada Selasa.

Kinerja tersebut ditopang harga tembaga yang mencapai rekor tahun lalu, meski produksi sedikit melemah.

Perusahaan juga menyatakan peningkatan belanja modal akan mendukung produksi dalam jangka menengah.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Tertekan Isu Nuklir Iran-AS

Pergerakan Logam Lain

Seng naik 0,2% menjadi US$3.291,0 per ton, setelah menyentuh level terendah dua pekan. Aluminium menguat 0,3% ke US$3.043,0, menghentikan tren pelemahan empat sesi beruntun.

Timbal naik 0,1% menjadi US$1.947,50, timah turun 1,3% ke US$45.425, dan nikel bertambah 0,2% menjadi US$16.895 per ton.

Pelaku pasar kini menanti sejumlah data ekonomi utama, termasuk inflasi Inggris, data perumahan dan produksi industri AS, serta risalah pertemuan The Fed yang dijadwalkan dirilis malam ini waktu GMT.

Selanjutnya: Daftar Penjualan LSUV di Indonesia pada Januari 2026, Siapa Jawaranya?

Menarik Dibaca: Promo Indomaret Ice Cream Fair 19 Februari-4 Maret 2026, Beli 1 Gratis 1 & Diskon 50%