JAKARTA. Tembaga kembali tersungkur setelah pekan lalu menguat signifikan. Mengutip Bloomberg, Rabu (5/10) pukul 14.36 WIB, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange tercatat terkikis 0,33% jadi US$ 4.790 per metrik ton. Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menilai, koreksi disebabkan data manufaktur China yang tidak sebaik perkiraan. Indeks belanja sektor manufaktur China di September ternyata bertahan di 50,4. Ini lebih kecil dari konsensus analis di 50,5. Sementara, rilis data manufaktur AS lebih baik dari ekspektasi pasar. Ini membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam dollar AS kian tertekan, termasuk tembaga.
Harga tembaga menunggu data tenaga kerja AS
JAKARTA. Tembaga kembali tersungkur setelah pekan lalu menguat signifikan. Mengutip Bloomberg, Rabu (5/10) pukul 14.36 WIB, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange tercatat terkikis 0,33% jadi US$ 4.790 per metrik ton. Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menilai, koreksi disebabkan data manufaktur China yang tidak sebaik perkiraan. Indeks belanja sektor manufaktur China di September ternyata bertahan di 50,4. Ini lebih kecil dari konsensus analis di 50,5. Sementara, rilis data manufaktur AS lebih baik dari ekspektasi pasar. Ini membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam dollar AS kian tertekan, termasuk tembaga.