Harga Tembaga Naik Tipis, Pasar Mulai Pangkas Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga tembaga bergerak naik tipis pada awal pekan, ditopang meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.

Mengutip Reuters, Senin (5/10), harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,19% menjadi US$14.286 per ton pada pukul 03.00 GMT.

Pasar kini memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober jauh lebih kecil. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga bulan ini turun menjadi 18%, dari 64% sepekan sebelumnya.


Baca Juga: Harga Emas Tembus Level Tertinggi, Pasar Pangkas Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed

"Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga memberi dukungan bagi prospek permintaan tembaga," demikian sentimen yang tercermin di pasar.

Suku bunga yang lebih tinggi berpotensi menekan aktivitas ekonomi dan permintaan terhadap logam industri yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi, termasuk tembaga. Karena itu, berkurangnya peluang kenaikan bunga membuat prospek permintaan tembaga relatif membaik.

Namun, penguatan dolar AS menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga tembaga. Indeks dolar AS naik 0,53% ke level tertinggi dalam hampir 17 bulan, didorong pelemahan euro.

Dolar yang lebih kuat biasanya menekan harga komoditas yang diperdagangkan dalam dolar karena membuatnya lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Harga tembaga juga mendapat dukungan dari penurunan harga minyak. Harga energi yang lebih tinggi sebelumnya turut mendorong tekanan inflasi dan membebani harga tembaga. Pasokan minyak yang meningkat, antara lain akibat naiknya ekspor minyak mentah dari Timur Tengah dan pelepasan stok minyak oleh negara-negara G7, mendorong harga minyak turun.

Di pasar logam lainnya, aluminium turun 0,19% menjadi US$3.091,5 per ton dan berada di jalur penurunan selama enam hari berturut-turut. Harga aluminium bahkan sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga bulan.

Baca Juga: Harga Tembaga Naik Tipis Jumat (25/9), Pasokan China Makin Ketat

Sejak mencapai level tertinggi dalam empat tahun pada Juni, harga aluminium telah turun lebih dari 18%. Penurunan tersebut dipengaruhi meredanya kekhawatiran pasokan dari kawasan Teluk serta ekspektasi tambahan kapasitas produksi di Indonesia.

Sementara itu, harga seng turun 0,44%, timbal naik 0,3%, nikel nyaris tidak berubah dengan penurunan 0,01%, sedangkan timah naik 0,24%.

Perdagangan Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup pada Senin karena libur Hari Nasional China dan akan kembali dibuka pada 8 Oktober.