Harga Tembaga Rebound Rabu (25/3) Pagi, Didorong Pelemahan Dolar



KONTAN.CO.ID - Harga tembaga kembali menguat pada perdagangan Rabu (25/3/2026), didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya harapan meredanya konflik di Timur Tengah yang memperbaiki prospek permintaan.

Mengutip Reuters, kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (ShFE) naik 1,36% ke level 95.800 yuan per ton pada pukul 01.53 GMT.

Sementara itu, harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 1,49% menjadi US$12.281 per ton.


Baca Juga: Dolar Taiwan dan Won Korsel Pimpin Penguatan Rabu (25/3) Pagi, Rupiah Ikut Menguat

Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah membuat kemajuan dalam upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Pernyataan ini meningkatkan ekspektasi de-eskalasi yang mendorong optimisme investor.

Analis Everbright Futures menyebut bahwa harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang mendorong perbaikan sentimen pasar, meskipun ketidakpastian masih membayangi proses negosiasi tersebut.

Sebelumnya, harga tembaga di pasar Shanghai dan London sempat melemah pada Selasa akibat lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi global.

Baca Juga: Karyawan ABC Australia Mogok, Siaran Terganggu untuk Pertama Kali dalam 20 Tahun

Selain itu, pelemahan dolar AS turut memberikan dukungan bagi harga komoditas berbasis dolar, karena membuatnya lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Di pasar logam lainnya, harga aluminium di Shanghai naik 0,8%, sementara nikel dan timbal masing-masing menguat 0,55%. Timah mencatat kenaikan signifikan sebesar 3,94%, dan seng naik tipis 0,13%.

Untuk logam di London, harga nikel naik 1,3%, timbal menguat 0,61%, timah bertambah 3,03%, dan seng naik 1,13%. Sementara itu, aluminium justru melemah 0,51%.