Harga Tembaga Tertekan karena Stok Gudang Naik, Dolar AS Jadi Penahan



KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga tembaga kembali melemah pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Kenaikan stok di gudang bursa menjadi tekanan utama setelah sebelumnya harga tembaga sempat menyentuh level tertinggi dalam enam bulan.

Mengutip Reuters, harga tembaga kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,4% menjadi US$13.988 per ton pada pukul 10.25 GMT. Sehari sebelumnya, harga tembaga masih menguat 0,5%.

Tekanan datang dari meningkatnya pasokan tembaga ke gudang LME. Data terbaru menunjukkan persediaan tembaga bertambah 3.950 ton pada Kamis. Dalam sepekan terakhir, stok tersebut sudah melonjak sekitar 17%.


Baca Juga: Harga Tembaga Bertahan di Atas US$14.000, Dolar AS Melemah Jadi Penopang

Namun, pelemahan harga tembaga masih terbatas karena dolar Amerika Serikat (AS) ikut melemah. Indeks dolar turun ke level terendah dalam tiga bulan setelah Departemen Keuangan AS mengambil langkah untuk meredakan tekanan di pasar obligasi.

"Dolar yang lebih lemah memberi dukungan pada harga komoditas," kata Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank.

Dolar yang melemah membuat komoditas yang dihargai dalam dolar, termasuk tembaga, menjadi relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Hansen menilai langkah pemerintah AS tersebut juga memberi sinyal bahwa dolar berpotensi melemah lebih lanjut. Kondisi ini dapat meningkatkan daya tarik aset riil seperti komoditas, termasuk tembaga.

Sebelumnya, harga tembaga LME sempat menyentuh level tertinggi dalam enam bulan pada Senin (17/8/2026) karena kekhawatiran terhadap rendahnya persediaan. Namun, harga mulai terkoreksi setelah pasokan kembali masuk ke fasilitas penyimpanan.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Berlanjut, Dolar AS Jadi Favorit untuk Simpan Valas

Persediaan tembaga on-warrant di LME, yakni logam yang belum dialokasikan untuk keluar dari gudang, bahkan telah melonjak lebih dari 50% sejak awal pekan. Meski demikian, level persediaan tersebut masih kurang dari separuh posisi tiga bulan lalu.

Di bursa Shanghai Futures Exchange, kontrak tembaga yang paling aktif justru naik 0,2% menjadi 107.200 yuan atau sekitar US$15.943 per ton.

Pergerakan logam industri lainnya juga bervariasi. Harga aluminium LME turun 1% menjadi US$3.196 per ton dan nikel melemah 1,3% menjadi US$16.890 per ton.

Sebaliknya, seng naik 1,2% menjadi US$3.751 per ton, timbal menguat 0,1% menjadi US$1.890 per ton, sedangkan timah naik 0,3% menjadi US$55.705 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News