Harga Tembaga Turun ke Level Terendah Sepekan Jumat (16/1), Ini Pemicunya



KONTAN.CO.ID - Harga tembaga melemah pada perdagangan Jumat (16/1/2026) dan menyentuh level terendah dalam sepekan.

Pelemahan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap permintaan dari China sebagai konsumen terbesar dunia, menyusul rilis data ekonomi yang mengecewakan serta absennya pemangkasan suku bunga acuan.

Melansir Reuters, kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup turun 2,26% ke level 100.770 yuan per ton, terendah sejak 9 Januari.


Sementara itu, kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) merosot 1,68% ke US$12.885,50 per ton pada pukul 07.23 GMT, juga menjadi level terendah sejak 9 Januari.

Baca Juga: Harga Emas Turun Jumat (16/1) Setelah AS Rilis Data Kuat: Rekor US$4.642 Terancam?

Sepanjang pekan ini, kedua acuan harga tersebut berbalik melemah sekitar 0,6%, setelah sebelumnya sempat mencatatkan kenaikan. Penguatan dolar AS turut menambah tekanan terhadap harga tembaga.

Padahal, reli harga tembaga sepanjang 2025 sempat berlanjut pada awal 2026, didorong oleh gangguan produksi tambang, kekhawatiran defisit pasokan, serta aliran logam ke Amerika Serikat (AS) untuk mengantisipasi potensi penerapan tarif impor.

Namun, sentimen pasar berubah setelah data pinjaman China menunjukkan pelemahan signifikan.

Penyaluran kredit baru perbankan China pada 2025 tercatat anjlok ke level terendah dalam tujuh tahun, mencerminkan lemahnya permintaan pembiayaan di tengah krisis berkepanjangan sektor properti.

Baca Juga: PM Malaysia Bekukan Keputusan Pengadaan Militer dan Kepolisian yang Terkait Korupsi

Selain itu, bank sentral China pada Kamis (15/1) mengumumkan pemangkasan suku bunga khusus untuk sektor-sektor tertentu guna mendorong perekonomian.

Namun, kebijakan ini dinilai memiliki dampak terbatas terhadap pertumbuhan karena tidak menyentuh suku bunga kebijakan utama.

Survei Reuters juga menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi China diperkirakan melambat ke 4,5% pada 2026 dan bertahan pada level yang sama pada 2027.

Tekanan tidak hanya terjadi pada tembaga. Di SHFE, harga aluminium turun 2,21%, nikel anjlok 3,99%, timbal melemah 0,46%, dan seng turun 1,1%.

Baca Juga: UPDATE Jumat (16/1): Harga Minyak Naik Tipis, Brent ke US$63,81 & WTI ke US$59,27

Harga timah Shanghai bahkan merosot lebih dari 6% setelah bursa menaikkan batas pergerakan harga dan margin perdagangan, serta membatasi jumlah posisi intraday maksimum menjadi 800 lot untuk meredam reli harga yang tajam.

Sementara itu, di LME, harga aluminium turun 0,93%, nikel melemah 3,31%, timbal turun 0,88%, seng terkoreksi 1,16%, dan timah merosot 2,03%.

Selanjutnya: 7 Makanan Tinggi Protein untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi

Menarik Dibaca: 7 Makanan Tinggi Protein untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi