Harga Tempe-Tahu Naik 10%, Gakoptindo Soroti Lonjakan Harga Plastik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) mengungkapkan harga jual tempe dan tahu di pasar domestik naik hingga 10% akibat lonjakan harga kemasan plastik.

Sekretaris Jenderal Gakoptindo Wibowo Nurcahyo mengatakan, kenaikan harga tersebut dipicu dampak perang Iran dan Amerika Serikat (AS) yang turut mendorong kenaikan berbagai bahan baku industri.

Baca Juga: BAUT Bidik Peningkatan Penjualan 30% pada 2026, Intip Strateginya


“Harga jual hasil produksi ada sedikit kenaikan, sekitar 10%,” ujar Wibowo kepada Kontan, Selasa (19/5/2026).

Menurut Wibowo, produsen tempe dan tahu juga mulai melakukan efisiensi produksi seiring melonjaknya biaya kemasan plastik.

Ia menyebut kenaikan harga produk sudah terjadi sejak harga plastik meningkat tajam di tengah konflik geopolitik.

“Dampaknya terasa sejak perang itu terjadi. Harga plastik bahkan naik sampai dua kali lipat dan pemerintah belum bisa mengatasi persoalan harga plastik ini,” jelasnya.

Baca Juga: Harga LNG Global Melonjak, Indonesia Diminta Fokus Amankan Pasokan Energi

Meski demikian, Wibowo menegaskan kenaikan harga tempe dan tahu tidak berkaitan langsung dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Kalau dikaitkan dengan hubungan dolar itu tidak ada. Kenaikan 10% ini lebih karena dampak perang Iran,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News