Harga Teoretis Saham Fortune (FORU) Jadi Rp131, Harga Anjlok 93% Usai Ex-Rights



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga teoretis saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) mengalami penyesuaian setelah memasuki periode ex-right menyusul pelaksanaan aksi penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue jumbo.

Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam keterbukaan informasi di BEI pada Selasa (22/9/2026) menetapkan harga teoretis saham FORU untuk perdagangan di pasar reguler dan pasar negosiasi pada Selasa (22/9/2026) sebesar Rp 131 per saham, turun jauh dari harga penutupan saat akhir cum-right yang berada di level Rp 2.560 per saham.

Penyesuaian ini dilakukan seiring pelaksanaan rights issue FORU dengan rasio 100:46,235. Artinya, setiap pemegang 100 saham lama FORU berhak memperoleh 46,235 HMETD untuk membeli 46,235 saham baru.


Harga pelaksanaan HMETD tersebut ditetapkan sebesar Rp 126 per saham.

Baca Juga: Rupiah Tertekan, Intervensi BI Jadi Perhatian Pasar Jelang RDG

BEI menghitung harga teoretis FORU sebesar Rp 131,253 per saham berdasarkan harga saham pada akhir cum-right Rp2.560 dan harga pelaksanaan HMETD Rp 126. Setelah disesuaikan dengan fraksi harga, angka tersebut menjadi Rp 131 per saham untuk dicantumkan dalam Jakarta Automated Trading System (JATS).

BEI menyarankan nvestor perlu mencermati bahwa penurunan harga teoretis tersebut merupakan penyesuaian akibat aksi korporasi, bukan semata-mata penurunan harga pasar saham FORU.

Per Selasa (22/9/2026), saham FORU anjlok  93,13% di level Rp 176 per saham. 

Penyesuaian harga tersebut berkaitan dengan aksi rights issue berskala jumbo yang dilakukan FORU.

FORU akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 215,096 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Dengan harga pelaksanaan Rp 126 per saham, aksi tersebut berpotensi menghasilkan dana dan nilai penyetoran dalam bentuk lain (inbreng) hingga Rp 27,1 triliun.

Setiap pemegang 100 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB akan memperoleh 46,235 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru.

Pengendali FORU, IMR Asia Holding Pte. Ltd. (IMR AH), yang saat ini menguasai 76,81% saham atau 357,34 juta saham, akan melaksanakan 165,216 miliar HMETD dari hak yang dimilikinya.

Pelaksanaan hak tersebut sebagian dilakukan melalui mekanisme inbreng. IMR AH akan menyetorkan 49% kepemilikan modal ditempatkan dan disetor pada PT Borneo Prima (BP) atau setara dengan 10.780 saham Seri A. Nilai inbreng tersebut mencapai sekitar Rp20,82 triliun.

Besarnya penerbitan saham baru membuat struktur kepemilikan FORU berpotensi berubah signifikan.

Berdasarkan skenario perusahaan, pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya dalam PMHMETD I dapat mengalami dilusi hingga 99,78%, atau hingga 99,79% setelah periode pelaksanaan.

Baca Juga: Chandra Daya Investasi (CDIA) Tebar Dividen Interim US$10 Juta, Cek Jadwalnya

Sebaliknya, apabila masyarakat melaksanakan seluruh haknya, struktur kepemilikan setelah aksi korporasi akan terdiri dari IMR Asia Holding Pte. Ltd.: 76,81%, setara 165,574 miliar saham dan masyarakat: 23,19%, setara 49,987 miliar saham.

Dalam skenario masyarakat tidak melaksanakan seluruh haknya, kepemilikan masyarakat dapat terdilusi hingga hanya 0,06%, sedangkan IMR AH berpotensi menguasai 99,94% saham FORU.

Setelah perdagangan cum-rights berakhir pada 21 September 2026, saham FORU memasuki periode ex-right pada 22 September 2026.

Selanjutnya, recording date untuk pemegang saham yang berhak memperoleh HMETD berlangsung pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB. Sertifikat Bukti HMETD akan didistribusikan pada 24 September 2026.

Saham baru hasil rights issue mulai dicatatkan di BEI pada 25 September 2026. Sementara itu, perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 25 September hingga 6 Oktober 2026.

Pemegang HMETD yang tidak menggunakan haknya hingga akhir periode tersebut akan kehilangan hak untuk membeli saham baru.

HMETD dapat diperdagangkan di dalam maupun di luar BEI selama periode perdagangan. Untuk sistem tanpa warkat (scripless), HMETD akan didistribusikan secara elektronik ke rekening efek investor melalui KSEI.

Selain harga teoretis saham, BEI juga menyesuaikan harga dasar FORU untuk penghitungan Indeks Harga Saham Individual (IHSI). Harga dasar baru ditetapkan sebesar 6.652, dari sebelumnya 130.

Manajemen FORU menyebut salah satu risiko utama perseroan adalah ketergantungan terhadap kegiatan usaha entitas anak. Gangguan pada operasional entitas anak dinilai dapat memberikan dampak material terhadap kondisi perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News