Harga Tiket Pesawat Naik, MSIG: Asuransi Perjalanan Tetap Tumbuh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menetapkan pembatasan kenaikan harga tiket pesawat domestik sebesar 9%–13% mulai April 2026, seiring lonjakan harga avtur yang mencapai 70%.

Untuk meredam dampaknya, pemerintah juga memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11%.

Menanggapi kebijakan tersebut, PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia) menilai kinerja asuransi perjalanan lebih dipengaruhi oleh volume perjalanan, bukan semata-mata harga tiket pesawat.


Baca Juga: Ini Respons Asei Soal OJK Perpanjang Waktu Penyampaian Laporan PSAK 117

Presiden Direktur MSIG Indonesia Tomosuke Tsuruoka menjelaskan, penetrasi asuransi perjalanan didorong oleh dua faktor utama, yakni meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan selama bepergian, serta persyaratan asuransi dari negara tujuan tertentu.

“Dengan demikian, penetrasi kami relatif terjaga, karena produk asuransi perjalanan umumnya sudah terintegrasi dalam pembelian tiket maupun paket wisata,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Sabtu (2/5/2026).

Ia menambahkan, kebijakan pembatasan harga tiket pesawat sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja asuransi perjalanan perseroan.

“Justru dengan stabilisasi harga tiket, kami berharap masyarakat tetap terdorong untuk melakukan perjalanan, sehingga permintaan terhadap produk asuransi perjalanan juga terjaga,” kata Tomosuke.

Baca Juga: Zurich Life Balik Untung, Laba Tembus Rp 9,47 Miliar per Maret 2026

Untuk mendorong pertumbuhan bisnis, MSIG Indonesia terus memperkuat strategi, antara lain dengan menghadirkan produk yang relevan, meningkatkan fitur layanan, serta memperluas edukasi publik melalui berbagai kanal seperti media sosial, iklan, hingga penyelenggaraan event.

Selain itu, perseroan juga melakukan diversifikasi dengan tidak hanya fokus pada segmen penerbangan.

Menurut Tomosuke, kebutuhan perjalanan mencakup berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api, bus, kendaraan pribadi, hingga kapal laut.

“Oleh karena itu, kami aktif menjajaki kemitraan dengan berbagai ekosistem perjalanan, baik agen perjalanan online dan offline, industri perhotelan, hingga platform wisata,” jelasnya.

Pendekatan tersebut mencerminkan strategi MSIG Indonesia untuk menghadirkan perlindungan di setiap titik perjalanan nasabah, terlepas dari moda transportasi yang digunakan.

Baca Juga: Terus Perkuat Strategi Omnichannel, Pendapatan Blibli (BELI) Tumbuh 67%

Dari sisi kinerja, lini asuransi perjalanan MSIG Indonesia mencatat pertumbuhan premi sebesar 24% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I-2026. Meski demikian, perusahaan tidak merinci nilai premi yang dibukukan.

Tomosuke menyebut pertumbuhan tersebut ditopang oleh penguatan platform digital melalui situs www.msigonline.co.id, penyempurnaan produk secara berkelanjutan, serta perluasan kemitraan untuk distribusi dan layanan nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News