Harga Turun 30%, Saham Milik Happy Hapsoro Ini Akan Dipecah 1:5, Pilih Beli / Jual?
Kamis, 14 Mei 2026 06:00 WIB
Oleh: Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham emiten sektor minyak dan gas (migas), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tertekan sejak awal tahun 2026 hingga Mei ini. Meski harga tren melemah, manajemen RAJA berencana melakukan pemecahan saham (stock split). Apakah sekarang saatnya beli atau jual saham RAJA? Saham RAJA akan stock split dengan rasio 1:5. Aksi korporasi ini diyakini akan membuat saham yang terafiliasi pengusaha Happy Hapsoro tersebut punya daya tarik lebih di mata investor. Pada perdagangan Kamis 13 Mei 2026, harga saham RAJA ditutup di Rp 4.400 naik 230 poin atau 5,52% secara harian. Namun sejak awal tahun 2026, harga saham RAJA masih melemah Rp 1.900 atau 30,16%.
Baca Juga: FTSE Russell Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi, Efektif Juni 2026 Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai nominal saham RAJA sebelum stock split ada di level Rp 25 per saham kemudian dipecah menjadi Rp 5 per saham. Stock split juga membuat jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh RAJA berubah dari 4.227.082.500 saham menjadi 21.135.412.500 saham. "Perusahaan berencana melaksanakan stock split dengan mempertimbangkan praktik yang lazim di pasar modal serta dalam rangka meningkatkan kualitas perdagangan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI)," tulis Manajemen RAJA dalam keterbukaan informasi, Rabu (13/5/2026). Dengan adanya stock split tersebut, maka diharapkan terjadi peningkatan frekuensi dan volume transaksi saham RAJA, sehingga likuiditas perdagangan saham perusahaan di BEI menjadi lebih baik.
Pemecahan saham juga akan berdampak pada penurunan harga nominal per saham, sehingga harga saham RAJA menjadi lebih terjangkau khususnya bagi investor ritel, tanpa mengurangi nilai kapitalisasi pasar perusahaan. Berikutnya, dengan harga saham yang lebih terjangkau, RAJA berharap adanya peningkatan partisipasi investor, sehingga jumlah pemegang saham menjadi lebih luas dan beragam. Tonton: Purbaya Buka Suara soal Rupiah Rp 17.500, Ini Langkah Darurat yang Disiapkan Menkeu Jadwal Stock Split Untuk memudahkan pelaksanaan stock split, RAJA akan meminta restu dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 23 Juni 2026. Jika segalanya lancar, maka tanggal 13 Juli 2026 akan menjadi akhir perdagangan saham RAJA dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi, sedangkan batas akhir transaksi dengan nilai nominal lama di pasar tunai jatuh pada 15 Juli 2026. Nantinya, perdagangan saham dengan nilai nomial baru di pasar reguler, negosiasi, dan tunai akan dimulai pada 16 Juli 2026. Rekomendasi Saham Raja Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyampaikan, rencana stock split menjadi sentimen positif bagi RAJA. Secara historis, aksi korporasi seperti ini kerap kali mendorong penguatan harga saham emiten menjelang periode pelaksanaannya mengingat tingginya minat dan partisipasi dari investor, terutama kalangan investor ritel. "Kalau sudah stock split biasanya harga saham jadi lebih murah dan valuasinya bisa menjadi lebih menarik, sehingga lebih likuid," ujar dia, Rabu (13/5/2026). Walau begitu, investor tetap perlu mencermati perkembangan fundamental RAJA. Saat ini, RAJA cukup aktif melakukan ekspansi bisnis, baik secara langsung maupun lewat anak usahanya. Baru-baru ini, RAJA mengumumkan rencana pengambilalihan 5% saham pada PT Layar Nusantara Gas (LNG) senilai US$ 38.575.000. Tujuan akuisisi ini untuk mendukung kegiatan usaha RAJA pada masa mendatang.
RAJA melalui PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) juga sedang menjalani proses akuisisi saham SMS Development Limited (SMSD). Total nilai transaksi tersebut mencapai US$ 141,21 juta, yang meliputi akuisisi saham SMSD senilai US$ 62,51 juta, lalu shareholder loan agreement sebagai bagian dari Perjanjian Novasi senilai US$ 59,20 juta, serta klausul contingent payment maksimum US$ 19,50 juta. Dari situ, terlihat bahwa Grup RAJA tidak hanya berfokus pada ekspansi di sektor hulu migas, melainkan hingga sektor turunan dari industri tersebut. "RAJA ekspansinya juga menyasar sektor infrastruktur gas," kata Nafan. Lantas, Nafan merekomendasikan add saham RAJA dengan target harga di level Rp 5.175 per saham.
Rupiah Jebol Rp17.500 per Dolar AS BI Ungkap Penyebabnya