Harga Turun, Nilai Ekspor CPO, Batubara dan Besi Baja Indonesia Menyusut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas yang mulai landai berpengaruh ke ekspor unggulan Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor komoditas unggulan  seperti minyak kelapa sawit, batubara, serta besi dan baja menyusut.

Sekretariat Utama BPS Atqo Mardiyanto menyampaikan, kinerja ekspor batubara turun baik secara tahunan maupun bulanan. Nilai ekspor batubara pada Juni 2023 mencapai US$ 2,67 miliar, turun 11,19% month to month (mtm) dan turun 41,96% year on year (yoy).


Ia menyebut, ekspor batubara turun disebabkan karena penurunan volume maupun harga.  

Kemudian, untuk ekspor komoditas minyak kelapa sawit nilainya mencapai US$ 2,31 miliar di bulan Juni 2023, naik 55,51% mtm, namun menurun 18,01% secara tahunan.

“Peningkatan ekspor minyak kelapa sawit secara bulanan dikarenakan peningkatan volumenya, meskipun harga minyak sawit mengalami penurunan,” tutur Atqo dalam rilis BPS, Selasa (17/7).

Baca Juga: Tingkat Ketimpangan Indonesia Makin Melebar, Pada Maret 2023 Mencapai 0,388

Selanjutnya, untuk besi dan baja nilai ekspornya mencapai US$ 2,18 miliar, meningkat 7,36% mtm, tapi turun 2,7% secara tahunan.

“Secara tahunan komoditas minyak kelapa sawit, batubara, serta besi dan baja mengalami penurunan seiring dengan penurunan harga di pasar global,” kata Atqo.

Secara total, nilai ekspor Indonesia turun pada Juni 2023 lalu seiring penurunan yang terjadi pada harga komoditas unggulan Indonesia.

BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia pada periode tersebut mencapai US$ 20,61 miliar atau turun 5,08% secara bulanan atau month to month (mtm). Penurunan itu terjadi pada ekspor migas dan non migas.

Baca Juga: Garis Kemiskinan Naik, Penghasilan Rp 550.458 Per Bulan Masuk Kategori Miskin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat