Pupuk Indonesia Pastikan Bahan Baku Pupuk Urea Sudah Tersedia di Dalam Negeri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia mengaku bahan baku pupuk Urea berupa gas bumi telah dapat dipenuhi dari domestik dengan pasokan dan harga yang sudah diatur oleh pemerintah.

Karena itu, gejolak konflik geopolitik di Timur Tengah menghantam berbagai sektor industri, tak terkecuali bagi industri pupuk tak berdampak bagi PT Pupuk Indonesia.

Merujuk Trading Economics, harga urea per Jumat (13/3/2026) berada di level US$ 599,50 per ton atau melonjak 34,27% dalam sebulan terakhir, dan melejit 56,53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Baca Juga: Ini Ragam Inovasi Pupuk Kaltim Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia  Yehezkiel Adiperwira menyatakan bahwa Pupuk Indonesia terus mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah. Yehezkiel mengklaim sejauh ini belum terlihat dampak langsung terhadap operasional produksi maupun ketersediaan pupuk di dalam negeri.

Dia menyoroti untuk produksi pupuk urea, secara fundamental Pupuk Indonesia memiliki tingkat kemandirian yang relatif terjaga. "Khusus untuk pupuk urea, bahan baku sepenuhnya sudah tersedia dari dalam negeri, dan kapasitas produksi perusahaan bahkan sudah mampu mencukupi kebutuhan domestik," kata Yehezkiel kepada Kontan, Minggu (15/3/2026).

Yehezkiel belum merinci dampak dari gejolak konflik Timur Tengah terhadap harga produk-produk yang dihasilkan oleh Pupuk Indonesia. Dia hanya menegaskan bahwa pemerintah telah melindungi petani dengan menerapkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi. Adapun, sejak Oktober 2025 HET pupuk subsidi turun sebesar 20% yang dihasilkan dari efisiensi dan revitalisasi pabrik pupuk di Pupuk Indonesia.

Saat ini, Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi mencapai sekitar 14,8 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk. Meski untuk pupuk urea bahan baku sudah tersedia di dalam negeri, tapi untuk pupuk NPK, kebutuhan impor bahan baku masih cukup tinggi.

Baca Juga: Perang Timur Tengah Bikin Urea RI Diburu Banyak Negara

Yehezkiel mencontohkan Fosfat (P) dan Kalium (K) sebagai bahan baku pupuk NPK. Pupuk Indonesia saat ini mendapatkan Fosfat dari negara di kawasan Afrika Utara antara lain Maroko, Tunisia dan Aljazair. Sedangkan Kalium berasal dari Kanada dan Laos, yang tidak terdampak langsung ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

Adapun, pasokan bahan baku pupuk yang terdampak langsung oleh eskalasi konflik di Timur Tengah adalah Sulfur (S) yang berasal dari Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait. Namun sumber Sulfur masih dapat diperoleh dari negara lain seperti Kanada.

Sampai dengan saat ini, stok bahan baku Fosfat, Kalium dan Sulfur yang tersedia masih dalam kategori aman hingga 6 bulan ke depan. Yehezkiel menegaskan bahwa fokus Pupuk Indonesia saat ini adalah memastikan ketersediaan pupuk nasional tetap terjaga.

"Apabila konflik terus berlanjut maka mitigasi yang dilakukan Pupuk Indonesia meliputi diversifikasi sumber bahan baku dan penguatan manajemen stok bahan baku pada tingkat yang memadai untuk mendukung keberlanjutan produksi," tandas Yehezkiel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News