KONTAN.CO.ID - Microsoft mengumumkan akan menaikkan harga konsol Xbox di seluruh dunia mulai 1 Agustus 2026. Kenaikan ini berlaku untuk model Xbox berkapasitas 512 GB dan 1 TB, sementara varian 2 TB dipastikan akan dihentikan. Untuk model 512 GB, harga akan naik US$100 atau sekitar Rp1,8 juta. Sementara itu, model 1 TB akan mengalami kenaikan US$150, setara sekitar Rp2,7 juta dengan kurs US$1 = Rp18.010 yang tercatat pada Jumat (26/6) pagi.
Baca Juga: Bocoran HyperOS 4: Jadwal Rilis, Fitur Baru, dan Daftar HP Pendukung Mengapa Harga Xbox Naik?
Melansir
Reuters, Microsoft menjelaskan bahwa kenaikan harga tidak lepas dari melonjaknya biaya komponen penyimpanan (
storage) dan chip memori yang digunakan dalam proses produksi konsol. Perusahaan menyebut harga kedua komponen tersebut kini sudah meningkat lebih dari 2,5 kali lipat dibanding sebelumnya. Bahkan, biayanya diperkirakan masih akan kembali naik hingga dua kali lipat menjelang akhir 2027. Menurut Microsoft, kondisi tersebut membuat biaya produksi perangkat keras semakin tinggi sehingga perusahaan tidak lagi dapat mempertahankan harga Xbox seperti saat ini.
Baca Juga: Daftar HP Samsung, Xiaomi, OPPO hingga Vivo yang Diprediksi Dapat Android 17 Xbox Bukan Satu-satunya yang Naik Harga
Kenaikan harga kali ini bukan yang pertama bagi Xbox. Sepanjang tahun lalu, Microsoft telah dua kali menyesuaikan harga konsolnya akibat tekanan biaya produksi, tarif impor, dan ketidakpastian kondisi pasar. Langkah serupa juga dilakukan Sony yang menaikkan harga PlayStation 5 pada April 2026, setelah sebelumnya lebih dulu menaikkan harga pada Agustus tahun lalu. Tidak hanya itu, Apple juga baru saja mengumumkan kenaikan harga iPad dan MacBook. Perusahaan menyebut lonjakan biaya chip memori dan media penyimpanan yang dipicu pesatnya perkembangan industri AI menjadi alasan utama penyesuaian harga tersebut. Di sisi lain,
Bloomberg News sebelumnya melaporkan Microsoft juga sedang menyiapkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada bulan depan, bersamaan dengan pemangkasan anggaran pemasaran dan beberapa divisi lainnya.
Baca Juga: Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Tembus Rp24,9 Juta, Naik hingga Rp5 Juta Industri Elektronik Ikut Terdampak
Lonjakan harga komponen ternyata tidak hanya berdampak pada Xbox dan produk gawai lainnya.
Sejumlah kelompok industri di Amerika Serikat yang mewakili produsen otomotif, perusahaan elektronik, hingga peritel sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa meningkatnya permintaan chip memori berpotensi mendorong kenaikan harga berbagai produk elektronik. Permintaan chip yang terus meningkat, terutama untuk mendukung pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI), juga dinilai dapat mengganggu rantai pasok industri elektronik global.
Baca Juga: 15 Produk Apple yang Dirumorkan Hadir hingga Akhir Tahun 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News