Hari Ini (18/5) Terakhir, Yield Dividen Saham Bank Daerah 9,6% Jangan Terlewatkan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kesempatan terakhir untuk mendapatkan hak dividen jumbo PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM). Hari ini, Senin 18 Mei 2026 adalah cum dividen date saham BJTM dengan yield lebih dari 9%.

Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham mengandung dividen. Investor yang ingin mendapatkan pembayaran dividen, harus membeli saham tersebut paling lambat saat cum dividen dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan (recording date). 

BJTM memutuskan untuk membagi dividen sebesar Rp 850,18 miliar atau setara Rp 56,62 per saham. Nilai tersebut naik dari dividen tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 54,71 per saham. 


Dengan demikian secara keseluruhan, total  dividen yang dibagi kepada pemegang saham berada di angka Rp 850,18 miliar. Jumlah tersebut sebesar 55% dari laba bersih tahun 2025. 

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Lanjut Tertekan, Simak Proyeksinya untuk Senin (18/5/2026)

Pada Rabu 13 Mei 2026, harga saham BJTM berada di level Rp 585 per saham. Jika menggunakan acuan harga tersebut maka dividen yield BJTM sebesar 9,68%.

Berikut jadwal lengkap pembayaran dividen saham BJTM:

  • Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 18 Mei 2026
  • Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 19 Mei 2026
  • Cum dividen di pasar tunai: 20 Mei 2026
  • Ex dividen di pasar tunai: 21 Mei 2026
  • Tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak atas dividen tunai: 20 Mei 2026
  • Tanggal pembayaran dividen: 5 Juni 2026
Tonton: Strategi Menghadapi Ambruknya IHSG

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai BJTM menjadi salah satu saham bank paling menarik dari sisi dividend yield saat ini.

“BJTM menjadi salah satu saham bank yang menarik dari sisi dividend yield, karena dividen Rp 56,62 per saham memberikan estimasi yield sekitar 9,5%–9,6% berdasarkan harga saham di kisaran Rp 590–Rp 595,” ujar Ekky kepada Kontan.co.id Jumat, (8/5).

Selain BJTM, saham bank berkapitalisasi besar atau blue chip juga masih menarik bagi investor pemburu dividen.

Menurut Ekky, pembagian dividen biasanya memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham dalam jangka pendek. Minat investor cenderung meningkat menjelang cum date karena ingin mendapatkan hak dividen.

Namun setelah memasuki ex-date, harga saham umumnya berpotensi mengalami koreksi seiring penyesuaian nilai dividen yang dibagikan.

“Dampak pembagian dividen biasanya positif dalam jangka pendek karena minat investor meningkat menjelang cum date. Namun setelah ex-date, harga saham umumnya berpotensi terkoreksi menyesuaikan nilai dividen,” jelasnya.

Untuk prospek saham perbankan sepanjang tahun ini, Ekky memperkirakan pergerakannya masih cenderung stagnan hingga selektif. Meski kredit perbankan masih tumbuh positif, investor tetap mencermati tekanan margin bunga, biaya dana (cost of fund), kualitas kredit, hingga arah suku bunga acuan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, kredit perbankan per Maret 2026 masih tumbuh 9,49% secara tahunan (year on year).

Meski demikian, tekanan di sejumlah segmen seperti UMKM dinilai masih perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi kualitas aset bank.

Ekky merekomendasikan investor untuk mencermati saham BJTM, terutama di level harga di bawah Rp 600 per saham.

“Area tersebut masih memberikan yield yang atraktif dan margin of safety lebih baik,” katanya.

Ia memperkirakan target harga saham BJTM dalam jangka pendek berada di kisaran Rp 650–Rp 670 per saham. Namun investor tetap perlu mengantisipasi potensi koreksi setelah periode ex-dividend.

 

Usung Target PLTS 100 GW, Prabowo Dorong Kolaborasi Energi Terbarukan di ASEAN
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News