Hari Ini (2/6) Cum Dividen Saham CPIN, Harga Saham Turun 4%, Cek Yield Terkini!



KONTAN.CO.ID - Jakarta. 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar penting untuk investor pemburu dividen saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hari ini, Selasa 2 Juni 2026 adalah cum dividen emiten saham di sektor unggas, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Menariknya, harga saham CPIN anjlok pada perdagangan sebelumnya.

Perusahaan yang berdiri sejak 1972 ini akan membagikan dividen tunai Rp 2,95 triliun kepada para pemegang sahamnya. Corporate Secretary CPIN, Hadijanto Kartika mengatakan rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 20 Mei 2026 lalu.


"Total nilai dividen yang sudah ditentukan ialah Rp 2.951.640.000.000 dan dividen per saham mencapai Rp 180 per saham," kata Hadijanto dalam keterbukaan informasi, Kamis (21/5/2026).

Dengan demikian, investor aka mendapatkan dana dividen Rp 18.000 per lot saham CPIN, belum dipotong pajak.

Baca Juga: BEI Dibuka Usai Libur, Cek Saham Cum Dividen Hari Ini (2/6), Ada Dividen Rp 18.000

Pada perdagangan Jumat 26 Mei 2026, harga saham CPIN ditutup di Rp 4.270 turun 4,69% atau 210 poin secara harian.

Dengan harga tersebut, yield dividen saham CPIN mencapai 4,27%. Jumlah ini setara 2x bunga deposito bank umum yang saat ini hanya 2%-an.

Namun investor harus waspada dengan potensi dividen trap. Pasalnya, selama sebulan terakhir harga saham CPIN telah meningkat 4,40% atau 180 poin.

Dividen trap adalah fenomena penurunan harga saham pasca cum dividen.

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen CPIN:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 2 Juni 2026
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 3 Juni 2026
  • Cum dividen di pasar tunai: 4 Juni 2026
  • Ex dividen di pasar tunai: 5 Juni 2026
  • Recording date: 4 Juni 2026
  • Pembayaran dividen tunai: 12 Juni 2026
Tonton: Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang! Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper, Ini Alasannya

Data keuangan per 31 Desember 2025 yang mendasari pembagian dividen adalah sebagai berikut:

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk: Rp 5,63 triliun

Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya: Rp 33,96 triliun

Total ekuitas sebesar: Rp 34,15 triliun  

Harga Emas Anjlok Hampir 2%! Konflik Iran-AS Justru Jadi Ancaman Baru Bagi Investor Emas
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News