Hari Ini Bursa Buka Lagi dengan Berbagai Bantal Pengaman



JAKARTA. Cukup dua hari para pedagang menikmati liburan paksa di bursa saham. Hari ini, pemerintah membuka kembali perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemerintah optimistis kondisi bursa bisa pulih setelah babak-belur hingga perdagangannya harus dihentikan pada Rabu (7/10) pagi lalu lantaran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 10,38%.

Pemerintah memberanikan diri membuka bursa kembali karena sudah menyiapkan serangkaian bantal pengaman. Misalnya, ada berbagai kelonggaran pembelian kembali atau buy back saham, dan komitmen perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN) membeli kembali sahamnya. "Pemerintah mendukung BUMN yang mau buy back dengan dana yang ada di Pusat Investasi Pemerintah, yang total jumlahnya Rp 4 triliun," kata menteri Keuangan Sri Mulyani, kemarin.

Selain itu, pemerintah berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap berbagai perilaku ilegal yang selama ini diduga menjadi biang keladi kejatuhan bursa. "Pemerintah tidak akan segan-segan melakukan proses hukum yang cepat dan tegas," imbuh Sri Mulyani.


Pengamat pasar modal Edwin Sinaga menilai, hari ini IHSG akan kembali naik setelah sempat terperosok ke level 1.451,67 pada Rabu lalu. "Sudah ada buying power karena likuiditas pasar mulai ada," begitu alasannya. Pemerintah juga sudah memberikan perhatian besar dengan berbagai peraturan baru dan menyediakan dana segar untuk menggenjot likuiditas di bursa.

Namun, sesungguhnya harga saham pada hari ini masih rawan. Harga saham di beberapa bursa utama Asia kemarin memang naik. Indeks Hang Seng naik 3,31%, dan Straits Times 3,4%. Sedangkan Indeks Nikkei turun tipis 0,5%. Cuma, hampir semua bursa saham di Eropa tadi malam terkoreksi sekitar 2-3%. Seperti FTSE 100 Index melorot 2,46% dan CAC 40 Index turun 1,21%. Sedangkan Indeks Dow Jones dan S&P 500 di bursa saham Amerika Serikat (AS) hingga pukul 23.00 WIB kemarin sama-sama merosot 1%.

Di bursa New York kemarin pagi, harga saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 19% ke posisi US$ 22,72 per bundel saham atau American Depository Receipt (ADR). Ini setara dengan Rp 5.501,08 per saham dengan kurs Rp 9.685 per US$. Sedangkan hingga pukul 23.00 WIB semalam, harga TLKM tercatat US$ 23,45 per ADR atau Rp 5.678 per saham.

Ini bisa menjadi indikasi awal bagaimana pergerakan sahamnya di di BEI hari ini. Saat bursa tutup Rabu lalu, harga saham TLKM berakhir pada Rp 6.450 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie