JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dalam setelah mencetak rekor tertinggi dalam 17 bulan pada awal pekan. IHSG melorot 0,94% ke level 5.420,64, Rabu (5/10). Indeks diwarnai aksi jual dari investor asing Rp 33,86 miliar. Menurut Lucky Bayu Purnomo, analis Danareksa Sekuritas, koreksi di indeks saham mengikuti pelemahan bursa regional dan global. Lucky bilang, koreksi masih dalam batas wajar karena indeks saham masih berada di kisaran resistance yang cukup tinggi. "Sentimen dari dalam negeri sebenarnya sudah cukup memadai untuk menguji ke level 5.500," kata Lucky kepada KONTAN, Rabu (05/10). Penurunan 7-day reverse repo rate dan inflasi yang terkendali menjadi sentimen positif penggerak indeks ke depan.
Hari ini, IHSG berpeluang berbalik arah
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dalam setelah mencetak rekor tertinggi dalam 17 bulan pada awal pekan. IHSG melorot 0,94% ke level 5.420,64, Rabu (5/10). Indeks diwarnai aksi jual dari investor asing Rp 33,86 miliar. Menurut Lucky Bayu Purnomo, analis Danareksa Sekuritas, koreksi di indeks saham mengikuti pelemahan bursa regional dan global. Lucky bilang, koreksi masih dalam batas wajar karena indeks saham masih berada di kisaran resistance yang cukup tinggi. "Sentimen dari dalam negeri sebenarnya sudah cukup memadai untuk menguji ke level 5.500," kata Lucky kepada KONTAN, Rabu (05/10). Penurunan 7-day reverse repo rate dan inflasi yang terkendali menjadi sentimen positif penggerak indeks ke depan.